TNI Buka Suara Terkait Pemberian Pangkat Letkol Tituler Kepada Lenis Kogoya

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar menjelaskan alasan pemberian pangkat Letkol Tituler kepada eks Staf Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Lenis Kogoya.
Menurutnya pemberian pangkat ini sudah melalui proses panjang dan Seleksi Penelitian Personel (Litpers) di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
"Pemberian pangkat Tituler kepada saudara Lenis Kogoya melalui proses panjang dan Litpers di BAIS, selain itu sudah sesuai UU TNI Nomor 34 tahun 2004, Pasal 27 ayat 2 huruf C dan PP 39 tahun 2010 tentang ADM Prajurit TNI dan Perpang TNI No.50 tahun 2015 tentang kepangkatan prajurit TNI," kata Gumilar dihubungi, Kamis, (18/7/2024).
Ia menjelaskan dengan pangkat Letkol Tituler ini, Lenis Kogoya akan menempaati jabatan Pamen Mabes TNI (untuk penugasan di lingkungan Kemhan RI), dalam rangka mendukung pembangunan dan pengembangan masyarakat wilayah timur, khususnya Papua.

Sebelumnya, dilansir dari media daerah Cepos Online, atas perhargaan tersebut, Lenis mengapresiasi Presiden Jokowi, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Menurutnya, gelar kehormatan militer yang diraih tak lepas dari dukungan masyarakat Papua, sebab, ia menggaku tidak mungkin bisa jalan sendiri dan dapat gelar ini.
Baca Juga: Kondisi Geopolitik Belum Stabil, Asops KSAL Ingatkan Potensi Ancaman Nasional
Lenis sendiri menjadi orang Papua pertama yang menerima gelar kehormatan tersebut.
“Ini sejarah baru. Ini tidak pernah terjadi. Sebab, saya bukan berlatar militer atau TNI, tapi orang sipil,” ujarnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































