HANKAM

TNI Buka Posko Kesehatan dan Bantu Cari Korban Banjir-Longsor di Nduga Papua Pegunungan

Koops Habema
Koops Habema mendirikan posko kemanusiaan di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, untuk membantu para korban banjir dan longsor. (Foto: Dok. Koops Habema)

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI melalui Komando Operasi (Koops) Habema membuka posko kemanusiaan di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, tepatnya di Kali Panpan, untuk membantu para korban banjir dan longsor di wilayah tersebut.

Panglima Koops Habema Mayjen Lucky Avianto mengatakan, posko itu didirikan sebagai bentuk tanggap cepat dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak.

Posko difokuskan untuk mendukung dan mengevakuasi para korban, menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok, memberikan layanan kesehatan darurat serta menjadi pusat koordinasi antara aparat TNI, pemerintah daerah, dan relawan masyarakat.

Baca Juga: 255 Perwira TNI Lulus Pendidikan Seskoad

“Pendirian posko kemanusiaan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membantu masyarakat Papua yang terdampak bencana. Koops Habema juga telah menyiapkan personel dan peralatan lapangan untuk membantu akses distribusi bantuan di wilayah yang sulit dijangkau,” kata Lucky melalui keterangan tertulis, dikutip Selasa (4/11).

Lucky turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Nduga.

Koops Habema
Posko difokuskan untuk mengevakuasi para korban, menyalurkan bantuan logistik hingga kesehatan. (Foto: Dok. Koops Habema)

Lebih lanjut, Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora itu menambahkan bahwa kehadiran TNI di tanah Papua bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi kemanusiaan.

Baca Juga: Pangkoarmada II dan Pangkohanudnas Bahas Sistem Siklop untuk Perkuat Interoperabilitas Laut-Udara

“Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat untuk memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan,” ucap Lucky.

Saat ini, kata Lucky, masyarakat dari Distrik Dal, Mbua, dan Mbulmuyalma bersama prajurit TNI masih terus melakukan pencarian terhadap korban.

Diketahui, banjir bandang dan longsor terjadi di Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, tepatnya di Kali Panpan, pada Sabtu (1/11) sekitar pukul 18.00 WIT.

Baca Juga: TNI AD Buka Suara Terkait Rencana Pembinaan Siswa untuk Disiplin

Peristiwa tersebut menyebabkan 15 warga dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.

Berdasarkan laporan lapangan, para korban merupakan warga dari tiga distrik berdekatan yaitu Dal, Mbua, dan Mbulmuyalma, yang saat kejadian dalam perjalanan pulang setelah bermain bola voli.

Ketika melintasi jembatan di atas Kali Panpan, jembatan tersebut ambruk akibat longsor dan derasnya arus sungai, sehingga para korban hanyut terbawa arus. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.