TNI Buka Dikreg LVI Sesko 2026, Panglima Singgung Ancaman Multidomain

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI secara resmi membuka Pendidikan Reguler (Dikreg) LVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serasan Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).
Dikreg dibuka Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) TNI Marsdya TNI M. Khairil Lubis yang mewakili Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Baca Juga: Paspampres Kerahkan 1.147 Personel untuk Pengamanan Rangkaian HUT ke-81 RI, Ini Rinciannya
Dikreg LVI Sesko TNI diikuti 173 peserta didik, terdiri dari 87 personel TNI AD, 51 personel TNI AL, dan 35 personel TNI AU.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menyinggung perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, kompleks, dan sulit diprediksi, ditandai dengan berbagai ancaman multidomain, perang hibrida, ancaman siber, disrupsi teknologi, rivalitas geopolitik, serta perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Karena itu, pendidikan Sesko TNI harus membentuk kemampuan berpikir adaptif, visioner, analitis, dan strategis, sehingga para peserta didik mampu menghadapi tantangan dan melaksanakan tugas pokok TNI secara efektif," kata Dansesko TNI membacakan amanat Panglima TNI.
Baca Juga: Bukan Sekadar Beli Drone! Kemhan Dorong Indonesia Menuju Kedaulatan Teknologi Pertahanan
Selain itu, Panglima TNI meminta para peserta didik sebagai calon pimpinan TNI harus mampu memahami perubahan, membaca lingkungan strategis serta mengambil keputusan secara tepat.
"Saya ucapkan selamat kepada 173 peserta didik. Ikuti seluruh proses pendidikan dengan disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar," ucap Panglima TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































