HANKAM

TNI Berhasil Evakuasi WNA yang Hilang di Gunung Agung

Koramil 1623-06/Selat.
Komando Rayon Militer (Koramil) 1623-06/Selat yang memimpin operasi evakuasi dan penyelamatan berhasil menemukan seorang pendaki WNA asal Korea Selatan, Kyeungdam Oh (31) yang dilaporkan tersesat saat mendaki Gunung Agung, di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat, (3/1). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Komando Rayon Militer (Koramil) 1623-06/Selat yang memimpin operasi evakuasi dan penyelamatan berhasil menemukan seorang pendaki Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan, Kyeungdam Oh (31) yang dilaporkan tersesat saat mendaki Gunung Agung, di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat, (3/1).

Dilansir keterangan Puspen TNI, Senin, (6/1) korban ditemukan di ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut (Mdpl) di jalur pendakian Pura Pasar Agung.

Baca Juga: Ratusan Siswa Kodiklatal Latihan Navigasi Pelayaran hingga Pendaratan Amfibi

Personel Koramil 1623-06/Selat menjadi ujung tombak dalam proses pencarian dan evakuasi ini. Dipimpin oleh Pelda Kadek Carma Utama, mereka bekerja sama dengan Polsek Selat, Brimob Polda Bali, SAR Polda Bali, Pos SAR Karangasem, BPBD Karangasem, serta pemandu lokal.

Korban dilaporkan memulai pendakian pada Rabu, 1 Januari 2025, pukul 08.00 Wita, tanpa menggunakan jasa pemandu lokal. Pelda Kadek Carma Utama menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terjatuh dari tebing aliran air hujan setinggi 100 meter.

Baca Juga: Komunikasi Sosial, Cara Marinir Dengarkan Aspirasi Masyarakat di Yahukimo Papua

"Kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam pencarian. Korban ditemukan dengan posisi kepala membentur bebatuan, yang menjadi penyebab kematian," ungkap Pelda Kadek.

Tim gabungan yang dikoordinasikan oleh TNI berhasil mengevakuasi jenazah korban ke Pos Ceking, di bawah Pura Pasar Agung, sekitar pukul 12.40 Wita. Di lokasi tersebut, jenazah diterima oleh keluarga korban, yaitu Mrs. Lee Hyunryung, Mr. Kim, dan istri korban, Nyonya Imas. Selanjutnya, jenazah diangkut menggunakan ambulans RSUD Karangasem ke RS Prof. Ngurah Denpasar untuk proses autopsi sebelum diserahkan kepada Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.