HANKAM

TNI Berangkatkan Satgas Batalion Gerak Cepat untuk Misi Perdamaian di Kongo

Asops Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun
Asops Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun melepas Satgas BGC TNI Konga 39-H Monusco ke Kongo. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) Batalion Gerak Cepat (BGC) TNI Kontingen Garuda 39-H untuk Misi Stabilisasi Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo (Monusco).

Pelepasan satgas dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun melalui upacara di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/9).

Sebanyak 638 prajurit TNI diberangkatkan untuk melaksanakan tugas misi perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo.

Baca Juga: TNI Utus Paspampres Latih Pasukan Pengaman PM Kamboja

Letjen Bobby lewat keterangannya mengatakan bahwa penugasan tersebut menjadi momentum bagi prajurit TNI untuk mengemban amanah bangsa, sekaligus memperkuat diplomasi militer Indonesia di forum internasional.

prajurit TNI
Sebanyak 638 prajurit TNI diberangkatkan untuk melaksanakan tugas misi perdamaian di bawah bendera PBB. (Foto: Dok. Puspen TNI)

“Misi perdamaian dunia merupakan salah satu wujud nyata pengabdian TNI dalam menjaga keamanan internasional,” kata Bobby, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan TNI.

Para personel dituntut memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan profesionalisme tinggi karena dihadapkan dengan situasi keamanan di daerah misi yang masih dinamis.

Baca Juga: Open Base Lanud Halim Perdanakusuma, Pelajar Lihat Lebih Dekat Beragam Alutsista TNI AU dan AU Prancis

Para personel juga diimbau agar senantiasa memahami dan melaksanakan tugas sesuai mandat PBB, standar operasional prosedur (SOP), dan serta rules of engagement (RoE) yang berlaku, dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan hukum humaniter internasional.

“Satgas BGC TNI Konga 39-H Monusco akan mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dan stabilitas keamanan di Republik Demokratik Kongo, khususnya perlindungan masyarakat sipil sesuai mandat PBB dan ketentuan misi Monusco,” kata Bobby.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.