TNI Berangkatkan 175 Prajurit Satgas Kizi ke Kongo, Dinamika Keamanan hingga Wabah Ebola jadi Tantangan

Jakarta, IDM – Sebanyak 175 prajurit TNI tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-W United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO) TA 2026 diberangkatkan ke Kongo.
Satgas dari tiga matra tersebut dilepas melalui upacara yang dipimpin Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun selaku inspektur upacara (irup) di Lapangan Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (17/7).
Asops Panglima TNI yang membacakan amanat Panglima TNI, menyatakan bahwa penugasan tersebut merupakan amanah negara sekaligus wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung perdamaian dunia dan memperkuat diplomasi militer Indonesia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
TNI meminta seluruh prajurit melaksanakan tugas dengan profesionalisme, disiplin, loyalitas, integritas serta senantiasa menjaga kehormatan TNI, bangsa, dan negara melalui sikap yang humanis dan bertanggung jawab.

TNI juga mengingatkan bahwa wilayah operasi MONUSCO masih menghadapi tantangan keamanan, keterbatasan infrastruktur, serta potensi penyebaran wabah Ebola di sejumlah wilayah.
Oleh karena itu, seluruh personel diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi prosedur operasi, dan menerapkan protokol kesehatan.
Baca Juga: TNI AD Buka Rekrutmen Prajurit Bintara dan Tamtama PK Juli 2026, Ini Jadwalnya
“Serta mengutamakan keselamatan personel dan materiil,” kata Letjen Bobby.
Sebagai Kompi Zeni, Satgas Kizi TNI Konga XX-W diharapkan mampu melaksanakan tugas konstruksi, pemeliharaan, perbaikan, dan dukungan teknis sesuai standar keselamatan, mutu, dan akuntabilitas guna mendukung keberhasilan misi MONUSCO.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































