TNI Belum Terima Permintaan Perbantuan Usut Kematian Diplomat Arya Daru, Siap jika Diperintah

Jakarta, IDM – TNI menyatakan belum menerima permintaan perbantuan untuk mengusut kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri RI, Arya Daru Pangayunan.
Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi, menanggapi permintaan ayah Arya Daru, Subaryono, yang berharap keterlibatan TNI dalam pengungkapkan kematian anaknya.
Baca Juga: Daftar Lengkap 18 Purnawirawan TNI yang Dapat Tanda Kehormatan dari Prabowo
“Sampai detik ini, Panglima TNI belum ada menerima informasi itu, baik secara resmi maupun lisan terkait permintaan itu,” ujar Kristomei di Markas Seskoal, Jakarta Selatan, Senin (25/8).
Menurut Kristomei, penyelidikan oleh Polri dalam kematian Arya Daru sudah cukup.
Kendati demikian, TNI siap membantu apabila diminta untuk membantu pengungkapan kasus tersebut, termasuk jika instruksi muncul dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau tentara itu kan sifatnya melaksanakan perintah. Sumpahnya kan gitu. Sumpah prajurit yang ketiga itu, tidak membantah perintah atau perutusan. Ya kami kerjakan apa yang bisa TNI berikan, untuk membantu, pasti kami bantu,” tutur Kapuspen TNI.
Baca Juga: TNI Evakuasi Santriwati Tenggelam di Aceh, Lima Orang Meninggal, Satu Hilang
Kristomei mengatakan, TNI akan membantu berdasarkan kemampuan TNI dalam pengungkapan kasus.
Diketahui, Arya Daru ditemukan tewas di kamar kos Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat pada 8 Juli 2025 sekitar pukul 08.10 WIB. Arya ditemukan dengan kepala terlilit lakban kuning dan wajah dibungkus plastik. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































