TNI Bantu Bencana di Filipina, Distribusikan Makanan Kaleng dan Air

Jakarta, IDM – Sebanyak 24 personel TNI yang tergabung dalam Satgas (Satuan Tugas) Operasi Penanggulangan Bencana Kemanusiaan Badai tropis "Kristine" tiba di Bandara Vilamor, Manila, Filipina, Kamis (31/10/2024).
Mereka langsung mendistribusikan makanan kaleng dan air dengan dua helikopter Mi-17 TNI AD dan Helikopter H-225M Caracal TNI AU.

"Personel TNI mendapat Briefing langsung dari Athan dan staff PAF (Philippines Air Force) mengenai misi yang akan dijalankannya. Usai briefing para personel langsung bergegas memuat bantuan logistik masuk ke dua Helli. Distribusi dropping logistic dilaksanakan dengan Rute Vilamor-Naga," tulis keterangan Puspen TNI dikutip Jumat, (1/11).

Baca Juga: Rencana Pembentukan Dewan Pertahanan Nasional, Pengamat: Ruang Sinergi Sipil-Militer yang Strategis
Disebutkan pula penanggulangan bencana dilakukan dengan sigap dan waktu yang cepat agar mampu segera mengentaskan kesulitan masyarakat di wilayah terdampak bencana Badai Tropis "Kristine" Filipina. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































