TNI Bantah Gunakan Gereja Sebagai Pos Satgas di Papua

Jakarta, IDM – Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI–PNG Yonif 751/VJS Koops Swasembada, Letkol Inf Erwan Harliantoro membantah TNI menggunakan Gereja sebagai Pos Satgas di Papua.
Hal ini dikatakannya saat rapat bersama Pemda, DPRD, dan tokoh masyarakat di Guest House Susteran, Kamis (31/7).
Baca Juga: KRI Bima Suci Berlayar Misi Kartika Jala Krida 2025
"Kami meluruskan isu TNI menggunakan gereja sebagai pos itu hoaks," katanya dikutip dari keterangan Penyonif 751/VJS, Jumat (1/8).
Selama ini, lanjutnya TNI aktif tak hanya menjaga keamanan, tapi juga membantu masyarakat, termasuk perbaikan tiga jembatan vital yang sebelumnya dirusak Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kemudian, dalam rapat tersebut ia juga menyatakan kesiapan TNI membantu pemulangan warga pascakerusuhan di Pegunungan Bintang, khususnya di Distrik Oksop dan Serambakon.
Baca Juga: Berprestasi, Batalyon 741/Garuda Nusantara Terima 22 Penghargaan
"Selama ini TNI juga telah menyalurkan bantuan logistik, siap membangun tenda darurat dan rumah bagi warga jika bahan disediakan pemerintah," kata Erwan.
Menyambut pernyataan ini, Kepala Distrik Oksop, Alfred Tapyor, mengapresiasi langkah TNI dan berharap ini jadi awal pemulihan serta pembangunan kembali daerah tersebut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































