TNI Bangun Huntara untuk Pengungsi Aceh, Target Selesai Februari 2026

Jakarta, IDM – TNI dari Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda (IM) terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Salah satu fokus utama dalam tahap pemulihan ini adalah pembangunan Hunian Sementara atau Huntara bagi masyarakat terdampak, yang ditargetkan dapat diselesaikan pada Februari 2026 atau sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Baca Juga: TNI AD Bubarkan Aksi Pengibaran Bendera GAM di Aceh dan Amankan Senjata Api
Dilansir dari keterangan Penkodam IM, Jumat (26/12), penetapan target hingga Februari 2026 tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak bencana agar segera mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi selama masa transisi sebelum pembangunan hunian tetap atau Huntap direalisasikan.
"Pembangunan Huntara dilaksanakan secara bertahap di berbagai kabupaten dan kota terdampak di Aceh," tulis keterangan Penkodam IM.
Keberadaan Huntara tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi dengan dukungan fasilitas layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta dapur umum guna menjamin keberlangsungan kehidupan masyarakat selama masa pemulihan.
Baca Juga: Nataru Tetap Aman, TNI AL Kerahkan Dua Kapal Perang Jaga Perbatasan Ambalat
Wilayah yang menjadi prioritas pembangunan Huntara meliputi Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Gayo Lues, Pidie, Aceh Tamiang, Aceh Timur, serta daerah lain yang terdampak banjir dan tanah longsor. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.
"Proses pembangunan hunian sementara tersebut turut melibatkan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta unsur TNI. Upaya pemulihan dilakukan secara terpadu, mencakup normalisasi lingkungan, pembukaan dan perbaikan akses jalan, hingga pembersihan sisa material bencana agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan secara normal," tutup keterangan Penkodam IM. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































