TNI Bagikan Bingkisan Natal untuk Warga Papua

Jakarta, IDM – TNI dari Satgas Yonif 112/DJ membagikan bingkisan Natal dari Pemerintah Republik Indonesia untuk warga Papua di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis (25/12).
Dilansir dari keterangan dari Penkodam Iskandar Muda (I'M), bingkisan ini berupa sembako dan perlengkapan lainnya. Kegiatan ini dipimpin oleh Wadan Satgas Yonif 112/DJ Mayor Inf Purbo Sasongko dan disambut baik masyarakat.
Baca Juga: Merak–Bakauheni Jadi Fokus Pengamanan Nataru, TNI AL Kerahkan Armada di Jalur Tersibuk
"Mereka dengan senang hati dan mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan," kata Sasongko.
Lebih lanjut pada kesempatan tersebut, Sasongko juga tak lupa menyampaikan pesan untuk tetap menjaga persatuan dan kebersamaan serta merayakan Natal dengan penuh kebahagiaan meskipun dalam situasi yang tidak mudah seperti saat ini.
Baca Juga: Jamin Keamanan Natal, Pangdam Cenderawasih Kunjungi Sejumlah Gereja
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Satgas Yonif 112/DJ terhadap masyarakat di daerah terpencil seperti Puncak Jaya dan diharapkan dapat membawa kebahagiaan dan semangat Natal bagi seluruh masyarakat setempat," tutup Sasongko. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































