HANKAM

TNI AU-US PACAF Mulai Latma Cope West 2026, Asah Kemampuan Angkut Taktis dengan C-130

TNI AU dan US PACAF
Personel TNI AU dan US PACAF menghadiri acara pembukaan Latma Cope West 2026 di Lanud Sam Ratulangi, Manado. (Foto: Dok. Instagram @lanud_sri_manado)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan US Pacific Air Forces (PACAF) resmi memulai latihan bersama (Latma) Cope West 2026 yang ditandai dengan acara pembukaan di Lanud Sam Ratulangi, Manado, Senin (7/9).

Cope West 2026 akan berlangsung selama lima hari, sejak 7-11 September 2026 di Lanud Sam Ratulangi. Pada pelaksanaan tahun ini, TNI AU diwakili oleh Skadron Udara 33, sementara US PACAF mengerahkan unsur personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari 36th Squadron.

Baca Juga: Lima Penerbang Muda TNI AU Jalani Pendidikan Transisi Pesawat Tempur F-16

Latihan berfokus peda penguatan kemampuan operasi angkut taktis, di mana TNI AU dan US PACAF akan mengerahkan pesawat C-130 Hercules. Adapun sejumlah materi yang akan dilatihkan meliputi penerjunan muatan Low-Cost Low-Altitude (LCLA), dan sistem penerjunan container berkecepatan tinggi dan rendah (High and Low Velocity Containcer Delivery System). Selain itu, personel kedua negara juga akan berlatih teknik terjun bebas militer serta penerbangan formasi taktis.

TNI AU dan US PACAF
Komandan Wing Udara 1.3 Kolonel Pnb Ari Susiono dan Lead Planner CTR Hummel Kirk membuka Latma Cope West 2026 yang diikuti TNI AU-RSAF. (Foto: Dok. Instagram @lanud_sri_manado)

Tidak hanya berfokus pada aspek operasi penerbangan, Cope West 2026 juga mencakup pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang pendukung operasi udara.

Sebagai agenda kerja sama bilateral yang rutin digelar, Cope West ditujukan untuk memperkuat profesionalisme hingga interoperabilitas personel TNI AU dan PACAF.

Baca Juga: Detik-detik Satgas Gabungan Sergap Ladang Ganja di Papua, Deteksi lewat Drone

“Pelaksanaan Cope West 26 menjadi wadah bagi personel TNI AU dan PACAF untuk meningkatkan kemampuan, koordinasi, komunikasi, serta interoperabilitas dalam pelaksanaan operasi udara,” tulis Penerangan Lanud Sam Ratulangi, dikutip dari unggahan Instagram @lanud_sri_manado, Selasa (8/9).

Kegiatan ini juga membuka ruang bagi personel untuk bertukar pengalaman sekaligus memperdalam pemahaman mengenai prosedur dan standar pelaksanaan operasi udara. Cope West 2026 menjadi pelaksanaan ke-13 di Indonesia sejak latihan tersebut pertama kali digelar pada 1989.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.