HANKAM

TNI AU–TUDM Matangkan Kolaborasi Strategis Operasional Pesawat C-130 dan A400M

TNI AU dan TUDM
Delegasi TNI AU dan TUDM yang menghadiri TPOU ke-39 dan TPLU ke-85 di Malaysia. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) mematangkan kolaborasi strategis yang terkait pengoperasian pesawat C-130 dan A400M.

Komitmen tersebut dirumuskan dalam Sidang Tim Perancang Latihan Udara (TPLU) ke-85 yang berlangsung di Pulau Pinang, Malaysia, pada 27–30 Juli 2026. Dalam forum tersebut, TNI AU dan TUDM secara spesifik membahas pengembangan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) pesawat C-130H/J, aspek logistik, dukungan keberlanjutan operasional (sustainment), dan analisis operasional. Selain itu, turut dibahas penyusunan SOP, silabus, dan Flying Form A400M.

Baca Juga: Menhan Sjafrie: Latihan Terintegrasi TNI akan Dilakukan Dua sampai Tiga Kali dalam Setahun

Kemudian, rangkaian pertemuan turut diisi dengan Sidang Tim Perancang Operasi Udara (TPOU) ke-39 yang menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk memperkuat interoperabilitas operasi udara.

 TNI AU dan TUDM
Wakil Asisten Operasi KSAU Marsma TNI M. Satriyo dan Ketua Staf Mawilud 1 TUDM Brigjen Ahmad Edros Bin Ahmad Osman TUDM memimpin delegasi TNI AU serta TUDM dalam TPOU ke-39 dan TPLU ke-85 di Malaysia. (Foto: Dok. Dispenau)

Kesepakatan-kesepakatan tersebut mencakup penambahan jalur frekuensi komunikasi radio dari dua menjadi enam jalur antara CRC2 TUDM dan Kosek II Makassar, pengintegrasian skenario Forced Down dalam latihan Patkor Malindo, serta rencana perluasan area patroli dan penyiapan Reserved Area pada NOTAM guna mengantisipasi cuaca buruk.

Baca Juga: Formation Flight, Momen KSAU-CAF RAAF Mengudara dengan Pesawat T-50i Golden Eagle dan F/A-18 Hornet

Kedua delegasi juga membahas rancangan Terms of Reference (ToR) penggabungan TPOU dan TPLU menjadi Tim Perancang Operasi dan Latihan Udara (TPOLU). Selain itu, kedua pihak menyepakati program government-to-government (G-to-G) simulator C-130 TNI AU dan PULLS-G TUDM untuk dibahas lebih lanjut pada forum JKLB Malindo.

"Seluruh rangkaian TPOU ke-39 dan TPLU ke-85 berjalan dengan aman, lancar, serta menghasilkan berbagai kesepakatan strategis bagi kedua belah pihak. Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AU dan TUDM dalam menjaga hubungan bilateral, stabilitas, dan keamanan kawasan," ujar Waasops KSAU Marsma TNI M. Satriyo dikutip dari siaran pers Dispenau, Rabu (5/8).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.