HANKAM

TNI AU-TUDM Bahas Penguatan Latma hingga Pendidikan Militer dalam Rapat TPLU Malindo ke-83

Delegasi TNI AU dan TUDM
Delegasi TNI AU dan TUDM menggelar rapat Tim Perancang Latihan Udara (TPLU) Malindo ke-83 di Malaysia. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Malaysia (Tentera Udara Diraja Malaysia/TUDM) menggelar rapat Tim Perancang Latihan Udara (TPLU) Malindo ke-83 sebagai salah satu upaya untuk memperkokoh kerja sama bilateral pertahanan.

Kedua angkatan udara dilaporkan telah memiliki sejumlah kerja sama bilateral yang meliputi pendidikan militer, latihan bersama (latma), pertukaran personel, hingga forum komunikasi antar pemimpin satuan.

Di sisi latihan bersama, TNI AU dan TUDM telah membangun interoperabilitas, salah satunya melalui pelaksanaan latma Elang Malindo. Sementara itu, transfer keahlian antarpersonel kerap dilakukan melalui forum Subject Matter Expert Exchange (SMEE).

Baca Juga: TNI AL dan Singapura Sepakati Tambah Skenario dan Alutsista dalam Latihan Bersama

TNI AU dan TUDM juga diketahui mengoperasikan sejumlah platform alat utama sistem persenjataan (alutsista) sejenis, di antaranya pesawat tempur SU-30; pesawat angkut C-130; dan helikopter H-225. Kesamaan platform yang dimiliki oleh keduanya dapat menjadi titik temu dan peluang dalam memperluas kolaborasi teknis.

Waasops KSAU Marsma TNI M. Satriyo Utomo
Waasops KSAU Marsma TNI M. Satriyo Utomo (kedua dari kanan) dan Ketua Staf Markas Wilayah Udara 1 TUDM Brigjen Wan Azwan Azari bin Wan Ali (kedua dari kiri) memimpin delegasi TNI AU dan TUDM dalam Rapat TPLU Malindo ke-83. (Foto: Dok. Dispenau)

Di bidang pendidikan, forum TPLU kali ini juga membahas penguatan program pendidikan lintas negara, termasuk pengiriman personel secara bergiliran untuk mengikuti pendidikan setingkat komando, seperti Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau).

Selain itu, terdapat program yang meliputi pelatihan di Sekolah Instruktur Penerbang sebagai langkah strategis dalam membentuk calon pemimpin udara masa depan yang memiliki wawasan regional.

Baca Juga: Prabowo dan MBS Komitmen Perkuat Dukungan Kemanusiaan untuk Gaza

Dalam rapat yang digelar pada akhir Juni 2025 di Putrajaya, Malaysia tersebut, delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Waasops KSAU) Marsma TNI M. Satriyo Utomo. Sementara itu, oleh Ketua Staf Markas Wilayah Udara 1 TUDM Brigjen Wan Azwan Azari bin Wan Ali bertindak sebagai pimpinan delegasi TUDM.

Melansir keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Kamis (3/7), pelaksanaan rapat ini sekaligus menegaskan kemitraan strategis di antara TNI AU dan TUDM yang dibangun atas dasar kepercayaan, kesetaraan dan kepentingan bersama, serta semangat kolaboratif dalam menjawab tantangan keamanan udara yang semakin kompleks di tengah dinamika kawasan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.