HANKAM

TNI AU Tingkatkan Kapabilitas dan Kesiapsiagaan Perwira Hadapi Ancaman Siber

Perwira TNI AU.
Perwira TNI Angkatan Udara mengikuti Bimtek Siber tahun anggaran 2026. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Para perwira TNI Angkatan Udara (TNI AU) dari unsur intelijen, penerangan, serta informasi dan pengolahan data (infolahta) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) guna meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap keamanan siber serta ketahanan informasi.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Wakil Asisten Intelijen (Waasintel) KSAU Marsma TNI Yudy Mandega R., mewakili Asintel KSAU Marsma TNI Jatmiko Adi. Kegiatan tersebut digelar di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (3/2).

Baca Juga: Terima Kunjungan Dubes Rwanda, Menhan Sjafrie Tekankan Kerja Sama Pertahanan Nonintervensi

Penyelenggaraan bimbingan teknis ini tidak terlepas dari dinamika dan kompleksitas ancaman siber yang terus berkembang. Kondisi tersebut menuntut para perwira TNI Angkatan Udara untuk meningkatkan kesiapsiagaan, sekaligus menguasai teknologi informasi dan keamanan siber secara komprehensif.

“Untuk menghadapi kompleksitas ancaman, Bimtek Siber diharapkan dapat meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara proaktif guna menghindari serangan siber, serta membangun kemampuan menanggulangi gangguan dan sabotase terhadap sistem maupun jaringan,” ujar Asintel KSAU.

Perwira TNI AU.
TNI Angkatan Udara menggelar Bimtek Siber tahun anggaran 2026. (Foto: Dok. Dispenau)

Melalui Bimtek ini, para peserta diharapkan mampu menjaga keandalan sistem dan jaringan informasi guna mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Udara secara professional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: Terima Alih Status Lahan dari BP Batam, Pangkodau I: Langkah Strategis Perkuat Struktur Organisasi TNI AU

Melansir siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Jumat (6/2), dua narasumber yang dihadirkan dalam bimbingan teknis ini, yaitu Kolonel Sus Sukahar Adhi, yang memaparkan peran penerangan dalam mendukung keamanan siber untuk menjaga sistem, narasi, dan kepercayaan publik, serta kontra opini terhadap pemberitaan negatif tentang TNI AU di media sosial.

Kemudian, Wadansatsiberau Kolonel Sus Theodorus Radityo Pramusinto menyampaikan materi mengenai cybersecurity awareness dan ketahanan informasi bagi personel TNI AU dalam menghadapi ancaman siber di masa mendatang. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.