TNI AU Tetapkan Empat Parameter untuk Uji Kesiapan Operasional Satuan

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menetapkan empat paramater yang akan menjadi acuan dalam menguji kesiapan operasional satuan.
Baca Juga: Peredaran Narkoba di Papua Bisa Mengganggu Stabilitas Wilayah
Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dalam siaran persnya yang dikutip Kamis (14/5) merinci, keempat paramater tersebut meliputi kemampuan perorangan, kemampuan satuan, pencapaian sasaran pembinaan kemampuan (sasbinpuan), serta manajemen satuan.
Melalui paramater tersebut, TNI AU akan mengukur tingkat kesiapan berbagai satuan, mulai dari Skadron Udara, Satuan Udara, Skadron Pendidikan, Satuan Rudal, Satuan Radar, Detasemen Matra, Detasemen Bravo, Batalion Parako, dan Batalion Arhanud. Pelaksanaan uji kesiapan operasional tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Desember 2026.

Persiapan pelaksanaan pengujian tersebut dibahas dalam rapat dan paparan "Rencana Garis Besar (RGB) pelaksanaan uji kesiapan operasional satuan TNI Angkatan Udara TA 2026". Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi di Mabesau, Jakarta, Selasa (12/5).
Baca Juga: Wapang TNI ke Jawa Tengah, Tinjau Kesiapan Peluncuran Kopdes Merah Putih
"Seluruh proses penilaian harus dilaksanakan secara objektif dan profesional sesuai petunjuk teknis, dengan tetap mengutamakan tanggung jawab serta keselamatan kerja dan terbang," tegas Tedi. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































