TNI AU Targetkan 4000 Vaksin Tersebar

Jakarta, IDM - Sebanyak 2321 warga masyarakat kelurahan Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, jenis Astrazeneca dari, yang pelaksanaan kegiatan di Lakespra dr. Saryanto bekerjasama dengan Adira Insurance, Zurich, dan General Insurance Association of Indonesia (AAUI) melaksanakan pemberian massal vaksin Covid-19 jenis Astrazeneca Tahap I, pemberian vaksin di lakukan di Gedung Pusdiklat Kesehatan Penerbangan Lakespra dr. Saryanto, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (24/6).
Vaksinasi Covid-19 untuk warga masyarakat DKI Jakarta tahap I ini telah dilaksanakan selama lima hari yang dimulai dari tanggal 18 Juni 2021 lalu dan rencananya akan dilaksanakan sampai tanggal 30 Juni 2021 mendatang. Para peserta vaksin dilayani oleh 25 vaksinator dari tenaga medis Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak.
Sekretaris Lakespra (Seslakespra) dr. Saryanto Kolonel Kes dr. Djarot Sudjatmoko, Sp.KJ., berharap dari 4000 vaksin yang ditargetkan sudah tersebar 2321 vaksin, semoga di hari terakhir nanti mencapai 100% ungkapnya. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































