TNI AU Siapkan Tujuh Lanud Percontohan untuk Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis, Ini Daftarnya

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyiapkan sebanyak tujuh Pangkalan TNI AU (Lanud) yang terdiri dari lima lanud tipe A dan dua lanud tipe B untuk mendukung serta menyukseskan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis yang digiatkan oleh pemerintah.
Kelima lanud tipe A tersebut meliputi Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta; Lanud Adisutjipto Yogyakarta; Lanud Abdulrachman Saleh Malang; Lanud Adi Soemarmo Solo; serta Lanud Suryadarma Kalijati. Sementara itu, dua lanud tipe B lainnya adalah Lanud Husein Sastranegara dan Lanud Sulaiman yang berlokasi di Bandung.
Pada tahap awal, pelaksanaan program memang difokuskan pada tujuh lanud tersebut sebagai percontohan. Namun, seluruh lanud di Indonesia telah diarahkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono untuk turut aktif mendukung keberhasilan program ini secara menyeluruh.
Baca Juga: TNI AU Bakal Tambah 25 Radar Baru, Lindungi Wilayah Udara Indonesia dan Tutupi Blind Spot
“Kita sudah menyiapkan tujuh lanud di Pulau Jawa yang sudah dipilih sebagai pilot project untuk mendukung pelaksanaan program ini. Ini memang sengaja kita pilih lanud yang berada di Pulau Jawa dulu, nanti kita melihat progres atau perkembangan ke depan. Dan saya sudah instruksikan untuk seluruh lanud jajaran Akatan Udara untuk bersiap mendukung program makan bergizi,” jelas KSAU.
Pada kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal TNI Angkatan Udara (Irjenau) Marsda TNI Jemi Trisonjaya mengungkap, TNI AU telah melakukan uji coba program ini sebelum secara resmi dilakukan pada awal Januari 2025 oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam implementasinya, Irjenau menjelaskan bahwa TNI AU telah menyiapkan Unit Pelayanan hingga personel di setiap lanud. Adapun jarak distribusi makanan dari dapur Unit Pelayanan harus berada pada radius 5 km atau waktu tempuh maksimum selama 30 menit.
Baca Juga: Satgas Perbatasan Beri Makan Siang Gratis di Pos Pintu Jawa
“Jumlah yang akan kita (TNI AU) distribusikan minimal empat ribu orang siswa sekolah. Jadi, siswa sekolah itu bisa sekolah di lingkungan lanud itu sendiri atau yang dekat dengan lanud, sesuai dengan target yang disampaikan oleh Badan Gizi Nasional,” jelas Marsda TNI Jemi.
Sementara itu, KSAU menambahkan, ke depan pihaknya juga berupa untuk mendukung distribusi bahan makanan untuk dikirim ke wilayah-wilayah yang sangat terbatas akses transportasinya dengan menyiapkan pesawat-pesawat TNI AU. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































