HANKAM

TNI AU Rumuskan Langkah Strategis Pemenuhan Penerbang dan Dokter Spesialis

Rapat Koordinasi Satuan Tugas
Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemenuhan Personel TNI Angkatan Udara yang digelar di Mabesau. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) merumuskan langkah-langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM), khususnya penerbang dan dokter spesialis, yang disesuaikan dengan validasi organisasi.

Perumusan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemenuhan Personel TNI Angkatan Udara yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Tedi Rizalihadi di Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Rabu (7/1).

Baca Juga: Panglima TNI Temui Menhan-Panglima AB Singapura, Bahas Kemitraan Strategis di Tengah Dinamika Keamanan

Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh TNI AU untuk memenuhi kebutuhan penerbang yakni melalui mekanisme spotting atau peminatan bagi para lulusan sekolah penerbang sipil maupun negeri.

Para lulusan kemudian akan direkrut menjadi penerbang TNI Angkatan Udara melalui jalur Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Khusus Penerbang TNI.

Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi
Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi memimpin Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemenuhan Personel TNI Angkatan Udara di Mabesau. (Foto: Dok. Dispenau)

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi TNI AU dalam menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyerap sumber daya manusia pilot Indonesia secara optimal guna mendukung kepentingan pertahanan negara.

"Seluruh proses pemenuhan personel harus dilaksanakan secara cermat dan objektif sesuai dengan kriteria serta standar yang telah ditetapkan, sehingga mampu menghasilkan personel TNI AU yang profesional dan unggul," pesan Marsdya TNI Tedi dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Kamis (8/1).

Baca Juga: Wakasal Ingatkan Peran Strategis Kowal di Usia ke-63

Menutup rapat, Wakasau mengajak seluruh jajaran untuk mempersiapkan setiap langkah secara matang serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi TNI Angkatan Udara.

“Mari kita berikan yang terbaik untuk TNI Angkatan Udara, untuk generasi penerus kita,” pungkas Tedi. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.