HANKAM

TNI AU-RSAF Tingkatkan Kemampuan Operasi SAR dalam Latma Manyar Indopura 2026

Acara pembukaan
Acara pembukaan Latma Manyar Indopura 2026 yang diikuti oleh TNI AU dan RSAF di Lanud Roesmin Nurjadin. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force/RSAF) meningkatkan kemampuan operasional serta kesiapsigaan dalam operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) melalui latihan bersama (Latma) Manyar Indopura 2026.

Aspek interoperabilitas tersebut didukung dengan keterlibatan unsur udara dari kedua negara. TNI AU mengerahkan helikopter H225M, sementara RSAF melibatkan helikopter CH-47 Chinook. Pengerahan kedua platform tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan bersama dalam menghadapi berbagai skenario operasi SAR dan misi kemanusiaan.

Baca Juga: Jabat Tangan Menhan Sjafrie, Menhan Sudan: Semua Musuh Indonesia adalah Musuh Sudan

Selain mengasah kemampuan personel dalam menghadapi berbagai skenario operasi SAR, latihan ini turut menjadi sarana bagi kedua angkatan udara untuk memperkuat interoperabilitas dan kerja sama strategis yang telah terjalin selama ini, dengan berlandaskan pada prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, serta saling menghormati.

Acara pembukaan
Penyematan tanda latihan kepada perwakilan peserta sebagai simbol dimulainya Latma Manyar Indopura 2026. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

Latma Manyar Indopura 2026 dibuka secara resmi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (7/9). Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Kadisops Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Andri Setyawan, didampingi Commander Helicopter Group RSAF COL Oh Chun Keong.

Baca Juga: KSAL: Kapal Induk Garibaldi Tetap Dikawal Khusus Buat OMP

Kolonel Pnb Andri mengatakan, Manyar Indopura juga dapat menjadi sarana bagi TNI AU dan RSAF untuk membahas serta mengembangkan bentuk-bentuk kerja sama di masa mendatang. “Melalui latihan ini, kita akan berlatih sekaligus membahas bentuk-bentuk kerja sama di masa depan, khususnya dalam operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR), termasuk evakuasi medis dan penerjunan personel,” jelas Andri.

Sementara itu, Commander Helicopter Group RSAF COL Oh Chun Keong menyampaikan apresiasi kepada Lanud Roesmin Nurjadin yang telah mendukung pelaksanaan latihan bersama tersebut. Ia juga mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali berlatih bersama personel TNI AU sekaligus memanfaatkan latihan sebagai momentum untuk mempererat hubungan bilateral antara TNI AU dan RSAF.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.