HANKAM

TNI AU-RSAF Rampungkan Latma Indopura ke-22 dan 4th Joint Fighter Weapon Course

Ausindo
Personel TNI AU dan RSAF yang telah merampungkan Latma Elang Ausindo ke-22 tahun 2023 dan 4th Joint Fighter Weapon Course (JFWC). (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Royal Singapore Air Force (RSAF) berhasil merampungkan latihan bersama (latma) Elang Indopura ke-22 dan 4th Joint Fighter Weapon Course (JFWC).

Kedua latihan tersebut ditutup secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo serta Chief of Air Force Singapore, MG. Kelvin Kong ‘Saint’, bertempat di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Kamis (30/11).

“Joint Fighter Weapon Course bertujuan meningkatkan kualifikasi penerbang tempur, di mana skill dan profesionalisme para penerbang akan diasah dengan beragam pengetahuan, seperti persenjataan dan taktik pertempuran udara modern,” ungkap Fadjar.

Baca Juga: Perkokoh Pertahanan Indonesia, Prabowo Serahkan 8 Helikopter Baru H225M untuk TNI AU

Penyelenggaraan latihan ini sekaligus menegaskan bahwa hubungan kerja sama pertahanan kedua negara menjadi begitu penting, khususnya dalam menjaga kemampuan operasional serta keamanan di kawasan.

Ausindo
Chief of Air Force Singapore Air Force (RSAF) MG. Kelvin Kong ‘Saint’ (kiri) dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (kanan) saat penutupan Latma Elang Ausindo ke-22 tahun 2023 dan 4th Joint Fighter Weapon Course (JFWC). (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Melansir keterangan TNI AU, Sabtu (2/12) dijelaskan, kedua angkatan udara menggelar sejumlah latihan pertempuran udara dalam Latma Elang Indopura ke-22 tahun ini, di antaranya Basic Fighter Maneuver (BFM), Air Combat Maneuver (ACM), serta Air Combat Tactic (ACT).

“Elang Indopura ke-22 tahun ini juga melaksanakan latihan pengisian bahan bakar di udara (Air to Air Refuelling/AAR), di mana pesawat A330 MRTT RSAF bertindak sebagai pesawat tanker. Keberhasilan latihan AAR ini membuktikan kemampuan para penerbang kedua angkatan udara yang semakin meningkat, serta semakin eratnya kerja sama di antara TNI AU dan RSAF,” sambung TNI AU.

Baca Juga: Prabowo Rintis Kerja Sama dengan Airbus dan Negara Lain untuk Helikopter Produksi Indonesia

Sementara itu, 4th JFWC tahun ini diikuti oleh 3 penerbang tempur TNI AU dan 3 penerbang tempur RSAF. Mereka harus menjalani sejumlah kegiatan yang terbagi dalam 2 fase, yakni ground phase dan flying ground.

“Pada tahap ground phase yang dilaksanakan di Paya Lebar Air Base, Singapura, para penerbang diberikan beberapa materi latihan, berupa Air to Air Missile, Air to Ground Missile, Offensive Counter Air (OCA), Defensive Counter Air (DCA), dan Closed Air Support (CAS),” tulis TNI AU.

Sementara itu, Basic Fighter Maneuver (BFM), Air Combat Maneuver (ACM), Air Combat Tactic (ACT), Basic Surface Attack (BSA), Surface Attack Tactic (SAT), dan Mission Oriented Training (MOT) merupakan 5 kegiatan yang diikuti oleh para penerbang pada flying phase. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.