HANKAM

TNI AU-RSAF Gelar Latma AMX BFI 13/24, Asah Kemampuan Taktikal dan Air to Air Refueling

Pengisian bahan bakar di udara (air to air refueling) yang dilakukan oleh pesawat tempur F-16 TNI AU dengan pesawat tanker A-330 MRTT RSAF. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin).
Pengisian bahan bakar di udara (air to air refueling) yang dilakukan oleh pesawat tempur F-16 TNI AU dengan pesawat tanker A-330 MRTT RSAF. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin).

Jakarta, IDM –  TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar latihan bersama (latma) dengan Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force/RSAF) bertajuk 'Air Maneuver Exercise Bilateral Fighter Interaction (AMX BFI)' ke-13 tahun 2024.

Pelaksanaan latihan bersama tersebut dipusatkan di joint training area Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru selama sepekan, dimulai pada 9 hingga 13 September 2024.

Baca Juga: Refurbishment KRI GNR-332 Berhasil Dirampungkan

TNI AU diketahui mengerahkan sejumlah penerbang yang berasal dari Skadron Udara 3, Skadron udara 14 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi; serta penerbang dari Skadron Udara 16 Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin dalam latihan kali ini.

Pesawat tempur F-16 TNI AU yang dikerahkan dalam latihan bersama dengan RSAF dengan sandi ‘Bilateral Fighter Interaction’ (BFI). (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin).
Pesawat tempur F-16 TNI AU yang dikerahkan dalam latihan bersama dengan RSAF dengan sandi ‘Bilateral Fighter Interaction’ (BFI). (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin).

Selain itu, sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) turut dikerahkan, yakni pesawat tempur F-16 milik TNI AU dan pesawat tanker angkatan udara Singapura, pesawat A-330 MRTT.

“Dalam AMX BFI 13/24 dilaksanakan beberapa program latihan di antaranya latihan air to air refueling, di mana pesawat F -16 TNI AU akan melaksanakan pengisian bahan bakar di udara dengan pesawat A-330 Multi Role Tanker Transport RSAF, kemudian latihan Mission Tactical Intercept dan Basic Fighter Maneuver,” tulis Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin dikutip Selasa (10/9).

Baca Juga: Operasi Amfibi di Papua, Ini 7 Materi Latihan Kopaska-Taifib

Komandan Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin yang sekaligus Direktur Latihan Air Maneuver Exercise Bilateral Fighter Interaction (AMX BFI), Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar menjelaskan, latihan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan serta profesionalisme para penerbang tempur F-16 TNI AU dalam melaksanakan pengisian bahan bakar di udara (air to air refueling) dan kemampuan taktikal lainnya.

“Pelaksanaan air to air refueling membutuhkan rasa saling percaya yang tinggi, baik dari pesawat tanker maupun pesawat yang diisi. Misi dapat terlaksana dengan baik dan inilah bukti kerja sama yang baik di antara TNI AU dan RSAF,” pungkas Adhi. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.