HANKAM

TNI AU-RAAF Perkuat Sinergi Intelijen dan Dialog Strategis lewat Air Intelligence Exchange

Delegasi TNI AU dan RAAF.
Delegasi TNI AU dan RAAF yang menghadiri Air Intelligence Exchange. (Dok. Foto: Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) sepakat untuk memperkuat sinergi intelijen serta memperluas ruang dialog strategis guna mendukung stabilitas kawasan dan menghadapi berbagai dinamika tantangan keamanan.

Hal tersebut mengemuka dalam forum pertemuan bertajuk “Air Intelligence Exchange” yang digelar di Jakarta, Senin (4/5), dan mempertemukan delegasi kedua angkatan udara dalam membahas isu-isu strategis di bidang intelijen udara.

Baca Juga: Marinir Bidik Alutsista Canggih di AS, Kelanjutan Pengadaan AAV jadi Bahasan Utama

Delegasi TNI AU dipimpin oleh Wakil Asisten Intelijen (Waasintel) KSAU Marsma TNI Yudy Mandega R, dengan didampingi oleh lima perwira TNI Angkatan Udara lainnya. Kelima perwira itu adalah Sesdispamsanau Kolonel Pnb Eko Adi Nugroho, Paban IV/Hublu Sintelau Kolonel Pnb Agung Perwira Negara, Kasubdisinfonet Dispenau Kolonel Lek Ahmad Irvan Z, Pabandyabungkolatmil Paban IV/Hublu Sintelau Letkol Sus Bambang Irawan, serta Kasubagpullahbaket Bagprodint Setdispamsanau Mayor Sus M. Rezka Pradana.

Sementara itu, delegasi RAAF dipimpin Atase Udara Australia untuk Indonesia Group Captain David Brown dengan anggota delegasi yaitu Group Captain Benjamin Cullen, Wing Commander Karri Anne Roberts, Warrant Officer Christopher, dan Flight Sergeant Garth Cummings.

Delegasi TNI AU dan RAAF.
Pemimpin delegasi TNI AU dan RAAF dalam Air Intelligence Exchange, yakni Waasintel KSAU Marsma TNI Yudy Mandega R (kanan) dan Atase Udara Australia untuk Indonesia Group Captain David Brown (kiri). (Dok. Foto: Dispenau)

"Forum ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun pola pertukaran informasi yang lebih terstruktur dan efektif," tegas Marsma TNI Yudy dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Selasa (5/5).

Baca Juga: Inovasi Politeknik Angkatan Darat, Ubah Sampah Plastik jadi BBM

Dalam pertemuan yang sama, Group Captain David Brown menegaskan komitmen Australia untuk terus memperkuat kemitraan pertahanan bilateral dengan Indonesia melalui peningkatan kualitas kerja sama, perluasan pertukaran informasi, serta pengembangan kegiatan bersama yang lebih kompleks.

Pada sesi paparan, delegasi TNI AU yang diwakili oleh Kasubagpullahbaket Bagprodint Setdispamsanau menyampaikan materi tentang perspektif TNI AU terhadap situasi keamanan di kawasan Indo-Pasifik dalam tiga tahun terakhir. Sementara itu, Group Captain David Brown memaparkan materi bertajuk "Indo-Pacific Perspectives" dan "Air Force Intelligence Direction". (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.