TNI AU - RAAF Gelar Air Staff Talks, Kaji Kerja Sama Pendidikan hingga Operasional yang Berkelanjutan

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) menggelar air staff talks di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (30/5).
Pada momen pertemuan tersebut, delegasi TNI AU dipimpin langsung oleh Asisten Operasi (Asops) KSAU Marsda TNI Minggit Tribowo. Sementara itu, Air Commander Australia (ACAUST) Air Vice Marshal Glen Braz bertindak sebagai pimpinan delegasi RAAF.
Melansir keterangan TNI AU, Sabtu (1/6) disebutkan, air staff talks digelar sebagai sarana untuk mengkaji berbagai aspek kerja sama berkelanjutan yang telah terjalin selama ini.
Baca Juga: PBB Anugerahi Medali Tertinggi Kepada 2 Prajurit TNI
Kesempatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi TNI AU dan RAAF dalam membahas sejumlah upaya pengembangan kerja sama di sisi kapasitas personel, pendidikan, serta aspek operasional guna menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan.

"Pertemuan ini juga dapat memperkuat hubungan bilateral di antara kedua negara, Indonesia dan Australia," imbuh TNI AU.
Dalam sambutannya, Marsda TNI Minggit Tribowo mengapresiasi hubungan yang telah terjalin dengan begitu baik di antara angkatan udara kedua negara melalui berbagai bentuk kerja sama, seperti latihan bersama (Latma) Albatross Ausindo 2024 dan Rajawali Ausindo 2024.
Baca Juga: Bertemu Menhan AS Lloyd Austin, Prabowo Apresiasi Kerja Sama Modernisasi Alutsista RI
"Sejarah panjang hubungan kedua angkatan udara yang semakin kuat dari waktu ke waktu telah mendorong terbentuknya kemitraan pertahanan berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, serta saling menghormati," jelas Minggit.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh ACAUST Air Vice Marshal Glen Braz yang menyebut pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kemitraan pertahanan bilateral. Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan arahan Panglima TNI serta Chief of the Defense Force of Australia.
"Kerja sama pertahanan menjadi penting untuk merespons perubahan lingkungan strategis dan dalam upaya untuk menjaga perdamaian serta stabilitas di kawasan," pungkas Air Vice Marshal Glen. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































