HANKAM

TNI AU-PTDI Teken Kerja Sama Penggunaan Awak Pesawat untuk Perkuat Industri Strategis Nasional

Asops KSAU Marsda TNI Suliono
Asops KSAU Marsda TNI Suliono bersama Direktur Produksi PTDI Dena Hendriana menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penggunaan awak pesawat TNI AU dalam mendukung kegiatan operasional PTDI. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) perihal penggunaan awak pesawat TNI AU dalam mendukung kegiatan operasional PTDI di Bandung, Senin (21/7).

Adapun awak pesawat TNI AU yang dimaksud dalam perjanjian tersebut termasuk pilot, teknisi, juru montir udara (JMU).

Baca Juga: Gelar ATER 2025, Satbravo 90 Kopasgat Tingkatkan Kemampuan Hadapi Ancaman Terorisme dan Bahan Peledak

Keberadaan PKS ini menjadi payung hukum bagi mereka dalam mendukung berbagai tahapan produksi, pemeliharaan, serta uji terbang pesawat, baik jenis fixed wing, rotary wing, maupun pesawat nirawak.

Asops KSAU Marsda TNI Suliono
Asops KSAU Marsda TNI Suliono beserta sejumlah pejabat TNI AU lainnya meninjau pesawat PTDI. (Foto: Dok. Dispenau)

Asops KSAU Marsda TNI Suliono, mewakili KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menjelaskan bahwa keterlibatan TNI AU dalam pengoperasian produk PTDI meliputi pesawat CN-235, N-212, NAS-332, serta pengembangan N-219, KFX-IFX dan UAV MALE. Menurutnya, kesepakatan yang sama sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat sinergisitas TNI AU beserta industri pertahanan nasional.

“Kolaborasi ini merupakan kontribusi nyata TNI AU dalam penguatan industri strategis serta bagian dari tanggng jawab TNI AU dalam mendukung kemandirian industri dirgantara nasional,” ungkap Suliono dikutip dari keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Selasa (22/7).

Baca Juga: Wakil KSAU Tinjau Ketahanan Pangan dan Tekankan Etos Kepemimpinan di Setukpa

Ia berharap agar kerja sama ini dapat mendukung pencapaian target strategis industri pertahanan di masa depan.

“Melalui kerja sama ini, TNI AU dan PTDI menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem pertahanan nasional yang mandiri, adaptif, dan inovatif, sekaligus meningkatkan daya saing industri dirgantara Indonesia di kancah global,” tegas Asops KSAU. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.