HANKAM

TNI AU Optimalkan Kemampuan Helikopter EC-120B Colibri sebagai Ambulans Udara

Helikopter Colibri
Helikopter EC-120B Colibri yang dikerahkan saat Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Puskesau TA 2026 di Lampung. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengoptimalkan kemampuan helikopter EC-120B Colibri sebagai ambulans udara yang dapat mendukung evakuasi medis.

Sebagai ambulans udara, Helikopter EC-120B Colibri kemudian dilengkapi dengan beragam peralatan medis untuk menunjang penanganan pasien selama penerbangan.

Melalui pengembangan kapasitas Colibri sebagai ambulans udara, TNI AU terus memperkuat perannya dalam misi kemanusiaan dengan menghadirkan alternatif evakuasi bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses darat, sekaligus mendukung upaya penyelamatan jiwa.

Baca Juga: Tawarkan Bantuan Penanganan Karhutla di Indonesia, Malaysia Siap Kerahkan Pesawat Amfibi dan Helikopter Mi-171

Kemampuan Colibri sebagai ambulans udara telah diuji dalam sejumlah latihan Air Medical Evacuation (Air Medivac) yang digelar beberapa waktu lalu, salah satunya dalam latihan yang digelar di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, Jakarta, 21 Oktober 2026.

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus
Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus meninjau kesiapan helikopter EC-120B Colibri sebagai ambulans udara. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Sebelumnya, helikopter yang sama juga dikerahkan dalam Latihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Puskesau TA 2026 yang digelar di Lampung pada 23 September 2026.

Untuk melihat kesiapan operasional Colibri, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengunjungi Skadron Udara 7 pada Selasa (27/10).

Baca Juga: Brigjen TNI Vivin Alivianto Resmi Jabat Inspektur Kopassus

Secara operasional, helikopter EC-120B Colibri memiliki home base di Skadron Udara 7 yang berada di jajaran Wing Udara 2.2. GRUP 2 Heli dan Skadron Pendidikan (Skadik) 105 Wing Pendidikan (Wingdik) 100/Terbang.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes RI beserta rombongan menerima paparan mengenai helikopter ambulans udara, kemudian meninjau langsung kesiapan pesawat di hanggar. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penerbangan pengenalan (joy flight) menggunakan EC-120B Colibri.

"Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi TNI AU dan Kementerian Kesehatan RI dalam mengembangkan layanan evakuasi medis udara yang efektif, aman, dan responsif," tulis TNI AU melalui unggahan instagram @militer.udara, dikutip Rabu (28/10).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.