HANKAM

TNI AU Matangkan Persiapan Latihan Angkasa Yudha 2026, Antisipasi Ancaman Drone hingga Siber

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono dan Wakil KSAU Marsdya TNI Tedi Rizalihadi saat rapat Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Angkasa Yudha 2026. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus mengantisipasi dinamika ancaman yang semakin kompleks seiring dengan perubahan karakter peperangan modern. Ancaman tersebut kini tidak hanya berasal dari pertempuran udara konvensional, tetapi juga melalui pemanfaatan drone, rudal presisi, hingga serangan siber yang dapat memengaruhi efektivitas operasi militer.

Kondisi tersebut kemudian mendorong TNI AU untuk terus meningkatan kesiapsiagaan serta kemampuan adaptasi personel maupun alat utama sistem persenjataan (alutsista). Sebagai bagian dari upaya tersebut, TNI Angkatan Udara akan menggelar Latihan Angkasa Yudha 2026 guna menguji kesiapan operasional, memperkuat koordinasi antarsatuan, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai skenario ancaman modern.

Baca Juga: Empat Prajurit TNI AD Raih Puluhan Medali di Bidang Olahraga

Sebagai bentuk persiapan, TNI Angkatan Udara menggelar rapat Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Angkasa Yudha 2026 yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono di Mabesau, Jakarta, Selasa (26/5).

KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
Paparan Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Angkasa Yudha 2026 yang dibacakan oleh Komandan Kodiklatau Marsdya TNI T.B.H Age Wiraksono. (Foto: Dok. Dispenau)

Pada kesempatan tersebut, KSAU menekankan pentingnya penyusunan skenario latihan yang disesuaikan dengan kondisi nyata di medan operasi, termasuk mengakomodasi berbagai kemungkinan terburuk yang dapat terjadi dalam pelaksanaan tugas.

Menurut KSAU, latihan yang semakin realistis dan terintegrasi akan memperkuat kesiapan operasi udara nasional dalam menghadapi dinamika ancaman modern dan menjaga kedaulatan udara Indonesia.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Kesiapan Operasional Yon TP 808/Mbaham Matta di Papua Barat

“Ancaman udara tanpa awak juga harus mulai kita akomodasi secara lebih konseptual dalam skenario latihan,” ujar Tonny dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Kamis (28/5).

Ia kemudian meminta agar hasil evaluasi Latihan Angkasa Yudha sebelumnya dijadikan sebagai pijakan untuk menyempurnakan konsep maupun pelaksanaan latihan ke depan. Dengan demikian, latihan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kesiapan operasi TNI AU secara nyata.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.