TNI AU Kirim Pesawat CN-295 Bantu Pencarian Helikopter BO-105 Polri

Jakarta, IDM - Pesawat CN-295 milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) dikerahkan untuk membantu proses pencarian helikopter BO-105 Polri yang dilaporkan jatuh di perairan laut Bukulimua, Belitung Timur, Senin (28/11).
Diawaki oleh Pettu Pnb Yasa dan Lettu Pnb Jepri, pesawat yang bermarkas di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta itu take off menuju lokasi pencarian pada Senin sore.

Pesawat CN-295 dengan tail number A-2910, bergerak menuju ke lokasi koordinat awal yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat Helikopter BO-105. “Setelah melaksanakan pencarian sekitar 30 menit di area, belum ditemukan titik terang lokasi keberadaan helikopter dengan nomor registrasi P 1103 tipe NBO 105, tulis Dispenau dalam keterangan tertulisnya.
Baca: KSAU Dianugerahi Wing Kehormatan Hiu Kencana TNI AL
TNI AU dilaporkan akan melanjutkan pencarian pada hari ini, Selasa (29/11), dengan memperluas area pencarian yang telah dilakukan sebelumnya. (yas)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































