HANKAM

TNI AU Kirim 2 Personel Penerangan ke PAO SMEE di Hawaii

Lettu Sus Aradichi Prihandana (kiri) dan Kapten Sus Darajat Akrom (kanan)
Lettu Sus Aradichi Prihandana (kiri) dan Kapten Sus Darajat Akrom (kanan) menerima plakat dari perwakilan United States Indo-Pacific Command. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Guna meningkatkan sinergi dan kapasitas di bidang penerangan dan komunikasi publik militer, dua personel Penerangan TNI AU mengikuti acara Public Affairs Officer Subject Matter Expert Exchange (PAO SMEE) 2025.

Kegiatan yang digelar di markas USINDOPACOM, Camp Smith, Hawaii tersebut berlangsung sejak tanggal 22 hingga 26 Juni.

PAO SMEE sendiri merupakan bentuk kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan United States Indo-Pacific Command (USINDOPACOM).

Baca Juga: Perkokoh Kerja Sama Militer, Delegasi TNI AU Hadiri Visitor’s Day Latihan Anatolian Eagle 2025

Selama kegiatan, peserta terlibat dalam berbagai sesi diskusi yang membahas prosedur kerja, struktur organisasi, teknik komunikasi, serta isu-isu aktual terkait peran dan fungsi penerangan di lingkungan militer kedua negara.

Tak hanya itu, delegasi TNI juga berkesempatan mengunjungi sejumlah lokasi strategis di Hawaii, seperti Pearl Harbor Remembrance Sail, Asia-Pacific Center for Security Studies (APCSS), NOAA to Center for Excellence in Disaster Management and Humanitarian Assistance (CFE-DM), serta Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) di Hickam.

Pada penutupan kegiatan, Director of Public Affairs & Outreach USINDOPACOM Captain U.S. Navy Rebecca Rebarich, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh peserta.

“Pelaksanaan PAO SMEE 2025 berlangsung sukses dengan antusiasme tinggi dari delegasi TNI,” nilainya.

Baca Juga: Gunakan Pesawat P-8 Poseidon US Navy, Penerbang TNI AL Simulasikan Peperangan Lawan Kapal Musuh

Keikutsertaan personel TNI AU dalam forum internasional ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme satuan penerangan, sekaligus mempererat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.

Seperti diketahui, dua personel Penerangan TNI AU yang ikut adalah Kapten Sus Darajat Akrom (Dispenau) dan Lettu Sus Aradichi Prihandana (Pen Koopsudnas).

Mereka tergabung dalam delegasi TNI yang terdiri dari sembilan personel, termasuk perwakilan dari Mabes TNI, TNI AD, dan TNI AL. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.