TNI AU Kerahkan Tim Tanggap Darurat Bantu Korban Gempa Cianjur

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan Tim Tanggap Darurat untuk membantu masyarakat yang menjadi korban dan terdampak bencana gempa Cianjur, Senin (21/11).
Para personel TNI AU yang diberangkatkan berasal dari berbagai Lanud di sekitar daerah terdampak, seperti Lanud Husein Sastranegara Bandung dan Lanud Atang Sendjaja Bogor.

“Dari Lanud Husein Sastranegara Bandung telah berangkat 20 personel ke Cianjur yang terdiri dari 15 personel Lanud Husein Sastranegara dan 5 personel RSAU dr. Salamun Bandung. Para personel membawa sejumlah bantuan seperti Ambulans, Genset, Velbed, tenda serba guna, selimut, obat-obatan, perlengkapan dapur umum serta sembako,” tulis keterangan Dispenau.
Baca: 291 Prajurit Yonif Raider 300/Bjw Dikerahkan Bantu Korban Gempa di Cianjur
Sementara itu, satu Satuan Setingkat Pleton (SST) dari Lanud Atang Sendjaja Bogor juga dikerahkan dengan membawa bantuan logistik, obat-obatan dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































