TNI AU Kerahkan NC-212 untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus menggiatkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengerahkan pesawat NC-212.
Dalam implementasinya, pesawat tersebut melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dan diawaki oleh Mayor Pnb Candra Ary W, Senin (19/10).
Baca Juga: TNI AL Hadir di Kepulauan Solomon, Salurkan Bantuan hingga Perbaiki Fasilitas Umum di Honiara
Pesawat melakukan dua sortie penyemaian bahan semai, yakni 567 kilogram dry ice di wilayah Palangkaraya pada ketinggian 8.000-10.000 kaki selama 2 jam 5 menit, serta 800 kilogram natrium klorida (NaCl) di wilayah Palangkaraya dan Barito Kuala selama 1 jam 50 menit.
"Operasi ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan," tulis TNI AU melalui unggahan instagram @militer.udara, Selasa (20/10).

Di sisi lain, TNI AU mengerahkan dua pesawat C-130 Super Hercules untuk mengangkut 9,6 ton bahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Baca Juga: PT Len Ungkap Progres Pemasangan 13 Radar GCI Thales, Target Tahun Depan Rampung
Bahan OMC yang diangkut terdiri dari 2,6 ton dry ice dan 7 ton natrium klorida (NaCl). Kedua pesawat tersebut lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarmasin
Setibanya di Banjarmasin, bahan-bahan tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMC untuk meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah sasaran. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































