HANKAM

TNI AU Kerahkan F-16 dan Super Tucano dalam Uji Pendaratan di Ruas Jalan Tol Lampung

Ilustrasi pesawat tempur F-16
Ilustrasi pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara mengerahkan F-16 dan Super Tucano dalam uji pendaratan pesawat tempur di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Lampung, Rabu (11/2).

"Tujuannya untuk mengecek kesiapan jalan tol sebagai alternatif landasan untuk pertahanan negara," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana saat dihubungi redaksi Indonesia Defense Magazine melalui pesan singkat, Rabu (11/2).

Baca Juga: Jet Tempur F-16 Sukses Mendarat di Tol Trans Sumatra, Kemhan dan Kemen PU Kerja Sama Bangun Tol yang Bisa jadi Runway

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menjelaskan, pihaknya telah menjalin koordinasi selama kurang lebih satu tahun dengan sejumlah pihak terkait, seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan pihak berkepentingan (stakeholder) lainnya terkait pelaksanaan uji pendaratan ini.

"Dari beberapa rapat koordinasi, kami menentukan beberapa titik yang memenuhi syarat, yaitu dengan panjang 3.000 meter," jelas KSAU kepada awak media usai uji pendaratan pesawat tempur TNI AU, Rabu (11/2).

Ilustrasi pesawat Super Tucano
Ilustrasi pesawat Super Tucano TNI Angkatan Udara. (IDM/Faisal Ramadhan)

Dalam koordinasi tersebut, sejumlah hal yang dibahas mencakup aspek operasional, teknis, keselamatan (safety), dan bagaimana pengembangan selanjutnya di masa depan.

"Kita masih akan pikirkan, apakah kita akan membuat perlengkapan penerbangan dan sebagainya, tentunya itu masih memerlukan kajian yang dalam," tutur Marsekal Tonny.

Baca Juga: Penembakan Pesawat di Boven Digoel, 2 Pilot Tewas dan 13 Penumpang Selamat

Selain itu, keberhasilan uji coba pada hari ini akan dikaji lebih lanjut sebagai tolok ukur dalam merumuskan kebijakan lanjutan.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PU kalau ada jalan tol, yang akan dibuat, didesain dari awal untuk menjadikan salah satu alternate landasan," pungkas Tonny. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.