TNI AU Kerahkan Dua Hercules Angkut 27 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Jakarta, IDM – Dua pesawat Hercules TNI Angkatan Udara (TNI AU) dikerahkan untuk mengangkut bantuan seberat 27 ton bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) pada Minggu (16/7), bantuan-bantuan itu terdiri atas 4.925 paket sembako. Dalam implementasinya, C-130J Super Hercules dengan nomor registrasi A-1343 membawa 2.545 paket dengan berat mencapai 14.000 kilogram.
Sementara itu, satu unit C-130H Hercules lainnya yakni A-1318 mengangkut 2.380 paket dengan total berat 13.090 kilogram. Kapasitas angkut pesawat Hercules memungkinkan ribuan paket bantuan diberangkatkan dalam satu rangkaian penerbangan menuju NTT untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Bantu Penanganan Gempa NTT, TNI Kerahkan 1.267 Personel dan Dirikan 21 Tenda Lapangan
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana dalam keterangannya menjelaskan, pengiriman bantuan melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat distribusi logistik kepada masyarakat yang terdampak gempa NTT.
"Selain mengerahkan dua pesawat Hercules untuk membawa bantuan, TNI AU turut mengerahkan pesawat Boeing 737-800 A-7310 untuk mengangkut personel yang akan membantu penanganan bencana di wilayah terdampak," jelas Kadispenau.

Puluhan ton bantuan tahap pertama itu diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/8) malam. C-130J Super Hercules A-1343 lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 21.45 WIB menuju Bandara Internasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Kemudian, 35 menit berselang, C-130H Hercules A-1318 menyusul pada pukul 22.20 WIB dengan tujuan yang sama.
Baca Juga: KSAU: TNI AU Siagakan Personel hingga Alutsista Bantu Penanganan Gempa NTT
Kesiapan penerbangan, baik dari sisi awak maupun pesawat, ditinjau langsung oleh Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma di Apron Baseops Lanud Halim Perdanakusuma.
"Penerbangan malam membutuhkan kesiapan awak secara optimal. Seluruh kru diarahkan untuk tetap fokus menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan penerbangan," ungkap I Gusti.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































