TNI AU Gembleng 82 Siswa Sekbang jadi Calon Penerbang Pesawat dan PTTA

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) penerbang yang andal dan profesional seiring dengan perkembangan teknologi serta program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pendidikan intensif di Sekolah Penerbang (Sekbang).
Dalam pendidikan kali, TNI Angkatan Udara menggembleng 72 siswa Sekbang TNI AU Angkatan ke-110 dan 10 siswa Sekbang Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) A-10. Para siswa dipersiapkan untuk menjadi penerbang pesawat maupun penerbang PTTA yang mampu mengoperasikan teknologi alutsista secara optimal.
Baca Juga: Dugaan Kirim Sabu Pakai Pesawat TNI AL, Puspenerbal: Pengawasan Internal yang Bongkar
Berdasarkan unggahan foto di akun instagram @kodiklatau_info yang dikutip Rabu (12/8), siswa Sekbang A-110 akan menjalani pendidikan selama 17 bulan. Sementara itu, siswa Sekbang PTTA A-10 menempuh pendidikan selama sembilan bulan. Selama masa pendidikan, mereka akan menjalani dua tahapan pembelajaran, yakni bina kelas dan bina terbang.

Kedua pendidikan Sekbang tersebut dibuka oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono di Gedung Jupiter Wingdik 100/Terbang, Yogyakarta, Selasa (11/8).
Dalam sambutannya, Dankodiklatau menegaskan komitmen TNI Angkatan Udara untuk terus bertransformasi seiring dengan modernisasi alutsista. Menurutnya, perkembangan teknologi pertahanan harus diimbangi dengan kemampuan personel yang profesional, sehingga alutsista yang dimiliki TNI AU dapat dioperasikan dan diintegrasikan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan tugas.
Baca Juga: Keributan dengan Polisi di Morotai, TNI AD Minta Maaf!
Karena itu, Age berpesan kepada para siswa agar menjalani seluruh rangkaian pendidikan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Ia menilai keberhasilan para siswa melewati proses seleksi hingga mengikuti pendidikan merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus dijawab dengan kesungguhan, dedikasi, dan kemampuan terbaik.
"Jadikan safety sebagai budaya dalam setiap kegiatan. Patuhi seluruh prosedur, terapkan risk management, dan bangun zero accident mindset demi keselamatan personel, alutsista, dan keberhasilan tugas," pungkas Dankodiklatau.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































