TNI AU Gelar Operasi Pengamanan Udara di Laut Natuna Utara

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar operasi pengamanan udara di Laut Natuna Utara tahun 2025 sebagai bagian penting dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Baca Juga: Pangkoopsud I dan Commander RSAF Bahas Penguatan Interoperabilitas hingga Pengembangan SDM
“Patorli dan operasi udara di Laut Natuna Utara dilaksanakan oleh unsur Skadron Udara 1 Lanud Supadio. Sementara, Lanud Raden Sadjad (RSA), sebagai pangkalan terdepan di Kepulauan Riau, menyediakan dukungan pangkalan dan fasilitas operasional yang diperlukan,” tulis TNI AU dikutip dari laman tni-au.mil.id, Senin (26/5).

Pada operasi kali ini, Skadron Udara 1 diketahui mengerahkan pesawat tempur jenis Hawk. Sementara itu, Lanud Raden Sadjad memberikan dukungan meliputi pelayanan logistik, pengamanan area, koordinasi komunikasi udara, serta dukungan medis dan teknis di lapangan.
Komandan Lanud RSA Kolonel PNb I Ketut Adiyasa Ambara mengatakan, kesiapan personel serta peralatan Lanud Raden Sadjad menjadi bagian integral dalam mendukung kelancaran tugas Skadron Udara 1 di wilayah Natuna. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































