TNI AU Gelar Latihan Trisula Perkasa Korpaskhas

Jakarta, IDM - Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi operasi tempur serta dalam rangka mengaplikasikan doktrin operasi, taktik, dan teknik Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara menggelar kegiatan latihan puncak Korpaskhas dengan sandi Trisula Perkasa TA. 2021 di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (29/9/2021).
Latihan ini merupakan latihan rutin tahunan Korpaskhasau guna membina kesiapan tempur prajurit Korpaskhas. Dalam latihan tersebut, prajurit Paskhas melaksanakan latihan operasi tempur, diantaranya terjun payung oleh penerjun Korpaskhas.
Dilanjutkan dengan perebutan dan pertahanan Pangkalan serta pembebasan sandera, oleh Satuan Bravo 90 Paskhas TNI AU.Selain itu, latihan Trisula Perkasa ini melibatkan sejumlah alutsista yang dimiliki TNI AU seperti pesawat Super Tucano, C-130 Hercules dan Helikopter, serta kendaraan tempur taktis.
Disela-sela kegiatan latihan Dankorpaskhasau MarsdaTNI Eris Widodo, S.E., M.Tr(Han)., mengatakan latihan puncak Trisula Perkasa 2021 ini untuk melatih kemampuan para prajurit Paskhas TNI AU guna memahami dan mengaplikasikan doktrin sehingga dalam melaksanakan baik taktik dan strategi operasi udara berdasarkan rencana Operasi yang telah ditentukan.
Pada latihan ini disimulasikan Pangkalan TNI AU dikuasai oleh musuh dan akan dilakukan upaya militer. udara Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi operasi tempur serta dalam rangka mengaplikasikan doktrin operasi, taktik, dan teknik Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara menggelar kegiatan latihan puncak Korpaskhas dengan sandi Trisula Perkasa TA. 2021 di Air Weapon Range (AWR) Pandanwangi, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu(29/9/2021).

Dok. Dispen AU
Latihan ini merupakan latihan rutin tahunan Korpaskhasau guna membina kesiapan tempur prajurit korpaskhas. Dalam latihan tersebut, prajurit Paskhas melaksanakan latihan operasi tempur, diantaranya terjun payung oleh penerjun Korpaskhas. Dilanjutkan dengan perebutan dan pertahanan Pangkalan serta pembebasan sandera, oleh Satuan Bravo 90 Paskhas TNI AU.
Selain itu, latihan Trisula Perkasa ini melibatkan sejumlah alutsista yang dimiliki TNI AU seperti pesawat Super Tucano, C-130 Hercules dan Helikopter, serta kendaraan tempur taktis.
Disela-sela kegiatan latihan Dankorpaskhasau Marsda TNI Eris Widodo, S.E., M.Tr(Han)., mengatakan latihan puncak Trisula Perkasa 2021 ini untuk melatih kemampuan para prajurit Paskhas TNI AU guna memahami dan mengaplikasikan doktrin sehingga dalam melaksanakan baik taktik dan strategi operasi udara berdasarkan rencana Operasi yang telah ditentukan.
Pada latihan ini disimulasikan Pangkalan TNI AU dikuasai oleh musuh dan akan dilakukan upayaperebutan kembali atau OP3U (Operasi Perebutan danperebutan kembali atau OP3U (Operasi Perebutan dan Pengendalian Pangkalan Udara) yang diawali dengan melaksanakan Operasi Udara Lawan Defensif (OULD) oleh dua pesawat EMB-314 Super Tucano yang melakukan bantuan tembakan. (man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































