TNI AU Dukung Pengembangan Bandara Kertajati, Siapkan Kajian hingga Perencanaan Internal

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkap komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung pengembangan Bandara Kertajati di Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan KSAU saat menerima audiensi Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati di Mabesau, Jakarta, Kamis (4/6).
Komitmen tersebut didasari oleh potensi pengembangan Bandara Kertajati sebagai kawasan strategis yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan nasional, mulai dari konektivitas, sektor dirgantara, kebutuhan pertahanan, hingga penguatan industri penerbangan.
Baca Juga: Jadi Waka BGN, Mayjen Trenggono Mundur dari TNI
Sejalan dengan potensi tersebut, Marsekal Tonny menjelaskan bahwa TNI AU telah melakukan berbagai kajian serta perencanaan internal sebagai langkah kesiapan apabila ke depan diperlukan keterlibatan lebih lanjut dalam operasional maupun pemanfaatan fasilitas di kawasan tersebut.
“Dukungan tersebut sejalan dengan pengalaman TNI AU dalam memanfaatkan fasilitas penerbangan di kawasan tersebut melalui sejumlah kegiatan latihan dan aktivitas penerbangan,” ungkap Tonny dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Jumat (5/6).

Dalam pertemuan tersebut, TNI AU dan Bappenas turut membahas peluang pemanfaatan Bandara Kertajati untuk pengembangan fasilitas pendukung industri dirgantara, termasuk Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Fasilitas tersebut dinilai dapat memperkuat kemampuan nasional dalam mendukung kegiatan perawatan pesawat, baik untuk kebutuhan sipil maupun militer.
Meski demikian, pemerintah masih perlu melakukan pembahasan lanjutan bersama kementerian/lembaga terkait agar rencana pengembangan Bandara Kertajati memiliki arah yang jelas, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Implementasikan Nilai Sosial, Para Siswa Diklapa Infanteri Gelar Baksos di Bandung
Sebelumnya, nama Bandara Kertajati menjadi perhatian setelah Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap adanya tawaran dari Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia untuk menjadi pusat pemeliharaan dan perawatan pesawat angkut C-130 Hercules se-Asia.
“Saya lapor Bapak Presiden, kasih (Bandara) Kertajati (untuk harwat Hercules). Kita sedang bekerja untuk itu,” ungkap Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Pemerintah hingga saat ini masih melakukan kajian dan mematangkan konsep pengembangan ekosistem kedirgantaraan nasional di kawasan Kertajati. Dalam pertemuan Wamenhan Donny Ermawan Taufanto dengan Wamen PPN/Waka Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard pada 25 Mei 2026 terungkap, terdapat proyeksi jangka panjang pembentukan ekosistem industri makro kedirgantaraan melalui konsep sustainable aerospace park di Bandara Kertajati.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































