TNI AU Ditarget Punya 33 Satrad hingga 2029, Kapuspen: Pembangunan Bertahap dengan Pertimbangan Lingstra dan Anggaran

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara ditargetkan memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) hingga tahun 2029.
Target itu terungkap dalam rapat koordinasi yang Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) pada Kamis (30/10) lalu.
Rapat membahas sinkronisasi rencana pembangunan kekuatan TNI tahun 2025–2029.
Baca Juga: Pemerintah Tambah 4 Pesawat A400M, Prabowo: Perkuat Daya Angkut dan Tanggap Bencana TNI AU
Kepal Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, rapat tersebut merupakan bagian dari upaya strategis untuk mewujudkan postur ideal TNI sesuai arah kebijakan pertahanan negara.
“Pembangunan tersebut disusun secara bertahap, terukur, dan realistis,” kata Freddy saat dikonfirmasi, Senin (3/11).
Selain Satrad baru, TNI AU juga akan membentuk Satuan Antariksa di bawah Komando Pertahanan Udara Nasional atau Kohanudnas.
Baca Juga: 5 Pesan KSAU untuk Polisi Militer TNI AU di HUT ke-79
“(Pembangunan tersebut) dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan strategis (lingstra), kemampuan anggaran, serta perkembangan teknologi pertahanan,” ucap Kapuspen TNI.
Saat ini, TNI AU memiliki 25 Satrad, terdiri dari 13 unit radar baru pengganti dan 12 unit radar baru yang ditempatkan di lokasi baru.
Salah satu radar baru itu ditempatkan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Groundbreaking pembangunan Satrad Takalar diresmikan oleh Kepala Staf TNI (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono pada 10 Januari 2025. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































