TNI AU Distribusikan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo secara simbolis menyerahkan bantuan logistik TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk masyarakat yang menjadi korban dan terdampak gempa Cianjur, di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (23/11).
Bantuan yang disalurkan meliputi airforce water 330ml, handuk, selimut, kasur, sarung, biskuit, peralatan mandi, peralatan cuci, baby kit, mie instan, daster, beras, dan susu anak, di mana seluruh bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan menggunakan angkutan udara, helikopter.

Selain bantuan logistik, Fadjar juga menyebut TNI AU turut mengirim bantuan tenaga kesehatan, membuka rumah sakit lapangan, dan membuka dapur lapangan.
Baca: TNI dan ICRC Bahas Isu Penerapan Hukum Humaniter dan HAM di Laut
"Ke depannya TNI AU akan selalu membantu penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan lainnya, dengan harapan kehadiran TNI AU dapan membantu dan mempercepat proses evakuasi penanggulangan bencana," ujar KSAU dalam keterangan Dispenau. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































