HANKAM

TNI AU dan USAF Rampungkan Latihan Bersama Cope West 2025

Latma Cope West
Upacara penutupan Latma Cope West 2025 yang digelar oleh TNI AU dan USAF di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Amerika Serikat (United States Air Force/USAF) berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian materi latihan bersama (Latma) Cope West 2025 yang berlangsung pada 8 hingga 12 September 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

“Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini dan berlangsung dalam suasana akrab serta penuh kebersamaan, menjadi penutup manis dari serangkaian misi penerbangan, pertukaran pengetahuan, dan penguatan koordinasi kedua angkatan udara,” tulis Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) dikutip Senin (15/9).

Baca Juga: Perkuat Kesiapan Operasional Udara, Menhan Sjafrie Uji Coba Helikopter VIP H225M

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris mengatakan, Cope West 2025 menjadi bukti bahwa kerja sama dan komunikasi yang baik akan membawa hasil positif bagi kedua angkatan udara, sekaligus memperkuat persahabatan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Anwar
Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Anwar (kiri) dan Komandan Skadron 336 USAF Mayor Mark Hensen (kanan) saat acara penutupan Latma Cope West 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin. (Foto: Dok. Instagram @lanud_roesmin_nurjadin)

Pada acara penutupan Cope West 2025, Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Anwar menegaskan, latihan bersama ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga wadah untuk membangun kepercayaan.

“Lebih dari sekadar hasil latihan, yang terpenting adalah proses yang telah kita lalui bersama. Setiap tahapan dalam Latma Cope West 2025 ini merupakan langkah kecil menuju terciptanya keamanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” kata Letkol Pnb Anwar.

Baca Juga: Port Visit TNI AL di Papua Nugini, Perkuat Diplomasi Indonesia di Pasifik Selatan

Senada, Komandan Skadron 336 USAF Mayor Mark Hensen juga menegaskan pentingnya hubungan bilateral untuk menjaga keseimbangan dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik. “Pada akhirnya, hubunganlah yang memenangkan perang bukan sekadar perangkat keras atau perlengkapan militer,” ujarnya.

Mayor Mark turut mengapresiasi keramahan serta sambutan hangat yang diterima oleh delegasi USAF dari Lanud Roesmin Nurjadin sebagai tuan rumah, serta sinergi luar biasa dari Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 16 selama latihan berlangsung. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.