TNI AU dan TUDM Sukses Rampungkan Latihan Bersama Elang Malindo XXIX/24

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Malaysia (Tentera Udara Diraja Malaysia/TUDM) berhasil merampungkan latihan bersama (Latma) dengan sandi ‘Elang Malindo XXIX/24’ yang telah digelar sejak 24 hingga 27 September 2024 di Lanud Supadio, Kalimantan.
Latma tersebut secara resmi ditutup oleh Paban III/Lat Sopsau Kolonel Pnb Muchtadi Anjar Legowo sebagai perwakilan dari TNI AU dan Kol Mohmad Safhree bin Sidek dari TUDM di ruang rapat Wing Udara 7, Lanud Supadio, Jumat (27/9).
Dalam sambutannya, Kolonel Pnb Anjar mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam latihan bersama ini.
Baca Juga: Manuver Udara Pesawat Tempur F-16 dan T-50i Golden Eagle Meriahkan Acara Semarak Dirgantara 2024
“Atas nama TNI AU, izinkan saya mengapresiasi solidaritas dan dukungan yang berharga dari semua peserta Latma Elang Malindo. Kami sangat menghargai upaya, pengabdian, dan usaha yang tak kenal lelah dari semua pihak yang ikut serta dalam Latma Elang Malindo 2024,” kata Anjar dikutip dari Penerangan Lanud Supadio dalam keterangan foto instagram @lanud_supadio, Minggu (29/9).

Pernyataan senada disampaikan oleh Kol Mohmad Safhree. Sebagai pimpinan delegasi TUDM, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI AU yang telah menyambut delegasi TUDM dengan baik selama melaksanakan latihan di Pontianak.
Harapannya, TNI AU dan TUDM dapat menggelar latihan-latihan bersama lainnya di masa depan agar hubungan kerja sama kedua angkatan udara dapat semakin kuat.
Baca Juga: Jelang HUT TNI ke-79, Pengamat Militer: Kesejahteraan Prajurit Jadi Elemen Krusial
Secara khusus, penyelenggaraan Latma Elang Malindo yang digelar tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis personel kedua angkatan udara dalam operasi penyelamatan.
Untuk itu, salah satu kegiatan latihan yang diikuti oleh para peserta adalah latihan operasi Search and Rescue (SAR), di mana mereka harus bekerja sama dalam melakukan evakuasi terhadap sejumlah korban yang terdampak banjir bandang di Pontianak.
Adapun alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dikerahkan oleh TNI AU meliputi pesawat CN-235 milik Skadron Udara 27 dan NAS-332 Super Puma milik Skadron Udara 6 Lanud. Sementara itu, TUDM mengerahkan pesawat EC-725 Caracal. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































