HANKAM

TNI AU dan TUDM Perkuat Kerja Sama Lewat SMEE C-130 Hercules di Skadron Udara 31

Kegiatan SMEE
Kegiatan SMEE yang digelar oleh TNI AU dan TUDM di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Malaysia (Tentera Udara Diraja Malaysia) menggelar kegiatan Subject Matter Expert Exchange (SMEE) sebagai upaya memperkuat pertukaran keahlian serta mempererat hubungan bilateral antara kedua angkatan udara.

Pada pelaksanaan SMEE kali ini, kegiatan difokuskan pada pertukaran wawasan mengenai operasional dan pemeliharaan pesawat C-130 Hercules.

Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, yang menjadi salah satu jajaran satuan pengoperasi pesawat angkut strategis TNI AU, turut menjadi lokasi kunjungan delegasi TUDM.

Baca Juga: KSAD Tugaskan Prajuritnya Bangun Lima Titik Sumber Air di Setiap Lokasi TMMD

Rombongan TUDM yang dipimpin Leftenan Kolonel Norlela binti Harun meninjau langsung kesiapan alutsista yang memiliki skadron tersebut.

"Kami menyambut baik kunjungan delegasi TUDM. Ini adalah kesempatan yang baik bagi kita semua untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam bidang penerbangan militer, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapan bersama," ungkap Kapok Instruktur Skadron Udara 31 Mayor Pnb Aleg Chandra Mardika dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Kamis (21.8).

Skadron Udara 31 Lanud
Paparan materi yang disampaikan oleh personel TNI AU saat kegiatan SMEE dengan TUDM di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Selain melakukan kunjungan, kedua delegasi juga menggelar diskusi teknis, paparan materi, serta berbagi pengalaman terkait pelaksanaan misi penerbangan militer di tingkat regional maupun internasional.

Baca Juga: KSAU: TNI AU Harus Bangun Sistem Pertahanan Udara yang Adaptif dan Terintegrasi

Pertukaran informasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas misi penerbangan kedua angkatan udara.

Ketua delegasi TUDM menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari TNI AU. “Kami melihat TNI AU memiliki kemampuan yang sangat baik dalam misi angkutan udara, dan kami berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan untuk kepentingan kedua negara,” ungkap Leftenan Kolonel Norlela. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.