HANKAM

TNI AU dan RSAF Sahkan Kerangka Kerja Penggunaan Bersama AWR Siabu

Delegasi TNI AU dan RSAF
Delegasi TNI AU dan RSAF yang menghadiri 1st Siabu Air Weapon Range (SAWR) Joint Working Group (JWG) di Singapura. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) memperkuat kerja sama pertahanan udara melalui pemanfaatan Air Weapon Range (AWR) Siabu sebagai kawasan latihan bersama.

Baca Juga: Kawasan Hutan akan Dimanfaatkan jadi Markas Yon TP, Lokasi Ditetapkan Sesuai Ketentuan

Upaya tersebut ditandai dengan pengesahan Terms of Reference (ToR) dalam 1st Siabu Air Weapon Range (SAWR) Joint Working Group (JWG) yang berlangsung di Singapura pada 19–20 Juli 2026.

ToR tersebut menjadi dasar mekanisme dan kerangka penggunaan bersama AWR Siabu guna mendukung pelaksanaan latihan udara, termasuk latihan air-to-ground RSAF. Melalui skema yang bersifat mutually beneficial (saling menguntungkan), TNI AU membuka peluang penggunaan bersama kawasan latihan tersebut untuk mendukung peningkatan kemampuan latihan udara kedua angkatan udara.

Tubagus Hasan A dan Jeffrey Ng
Paban I/Ren Sopsau Kolonel Pnb Tubagus Hasan A dan Head PiXEL RSAF Colonel Jeffrey Ng setelah menandatangani ToR pemanfaatan Air Weapon Range (AWR) Siabu sebagai kawasan latihan bersama. (Foto: Dok. Dispenau)

“Melalui kerja sama tersebut, TNI AU dan RSAF diharapkan terus memperkuat hubungan pertahanan udara yang saling menguntungkan serta mendukung stabilitas kawasan,” jelas Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pers Dispenau, Senin (27/7).

Baca Juga: Rekor! Puluhan Jenderal TNI AD Bersepeda Sejauh 150 Km di Singkawang

Dalam pertemuan tersebut, ToR ditandatangani oleh perwakilan TNI AU, Paban I/Ren Sopsau Kolonel Pnb Tubagus Hasan A dan Head PiXEL RSAF Colonel Jeffrey Ng. Sementara itu, delegasi TNI AU dipimpin Waasops KSAU Marsma TNI M. Satriyo Utomo, sedangkan delegasi RSAF dipimpin Colonel Jeffrey Ng.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.