TNI AU dan RSAF Gelar Exercise Planning Conference Jelang Latma Camar Indopura 2024

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Singapura (Republic of Singapore Air Force/RSAF) berencana untuk menggelar latihan bersama (latma) Camar Indopura.
Rencananya, latihan bersama ini akan digelar di Lanud Supadio, Pontianak pada 28 Oktober hingga 1 November 2024.
Baca Juga: SPS-1, Senjata Pelumpuh Senyap Pertama di Dunia Buatan Anak Bangsa
TNI AU dan RSAF akan mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) masing-masing yakni pesawat Boeing 737 asal Skadron Udara 5 serta F50 MPA dari Skadron 121 RSAF.

Sebagai salah satu bentuk persiapan dan sarana koordinasi, delegasi angkatan udara kedua negara melakukan pertemuan bertajuk Exercise Planning Conference (EPC) di Temasek Club, Singapura, Selasa (20/8).
Baca Juga: Misi Latma Rimpac Selesai, KRI RE Martadinata Tiba di Tarakan Kaltara
"Dalam pertemuan tersebut dibahas secara rinci mengenai rencana pelaksanaan latihan bersama Camar Indopura," tulis TNI AU.
Kedua angkatan udara berharap, latihan bersama ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama pertahanan dan membangun sinergisitas yang lebih kuat di antara TNI AU dan RSAF dalam menghadapi berbagai tantangan di kawasan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































