TNI AU dan RAAF Gelar Initial Planning Conference Jelang Latma Elang Ausindo 2025

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) menggelar Rapat Perencanaan Awal atau Initial Planning Conference (IPC) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada 24 hingga 26 Februari 2025.
Rapat tersebut merupakan langkah awal sekaligus bagian dari persiapan angkatan udara kedua negara jelang pelaksanaan latihan bersama (Latma) Elang Ausindo 2025.
“Selama IPC, delegasi kedua negara mengadakan diskusi intensif dan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan latihan,” tulis Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin dikutip dari keterangan foto dalam Instagram @lanud_roesmin_nurjadin, Kamis (27/2).
Baca Juga: TNI AL Luncurkan Korvet Produksi Dalam Negeri, KRI Bung Hatta-370
Komandan Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, selaku Ketua Delegasi TNI AU dalam IPC Elang Ausindo 2025, menekankan pentingnya latihan ini sebagai salah satu wujud penguatan hubungan bilateral.
“Elang Ausindo 2025 adalah kesempatan besar bagi kita untuk mempererat persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin erat selama bertahun-tahun di antara TNI AU dan RAAF berdasarkan saling pengertian dan kepercayaan," ungkap Adhi.

Sementara itu, pemimpin delegasi RAAF yang sekaligus menjabat sebagai Atase Udara Australia, Group Captain Ben Cullen menegaskan, Latma Ausindo dapat menjadi ajang berbagi pengalaman serta sarana untuk meningkatkan taktik tempur TNI AU dan RAAF. “Latma Elang Ausindo 2025 akan semakin memperkuat interoperabilitas dan kesiapan tempur antara TNI AU dan RAAF,” kata dia.
Baca Juga: Sebanyak 348 PNS Putri TNI AD Lulus Pendidikan Komcad
Menilik sejarahnya, pelaksanaan Latma Elang Ausindo tahun ini memiiki nilai historis tersendiri lantaran menjadi latihan ketiga yang digelar di Pulau Sumatera, setelah sebelumnya pernah dilaksanakan untuk pertama kali pada tahun 1993 di Lanud Soewondo (dulu bernama Lanud Medan), serta setahun kemudian pada tahun 1994 kembali digelar latihan serupa.
Untuk itu, pelaksanaan Latma Ausindo tahun 2025 menjadi bukti kesinambungan kerja sama strategis di antara Indonesia dan Australia, khususnya dalam sektor pertahanan udara.
Masing-masing angkatan udara dilaporkan akan mengerahkan pesawat tempur, seperti F-16 milik TNI AU dan F-35 milik RAAF. Menariknya, untuk pertama kali, pesawat tempur F-35 RAAF akan melaksanakan latihan di Lanud Roesmin Nurjadin. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































