TNI AU dan RAAF Bahas Aspek Teknis Keselamatan Operasional Pesawat C-130

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) membahas penguatan keselamatan operasional pesawat angkut C-130 dalam Safety and Airworthiness Joint Working Group (JWG).
Kegiatan yang dilakukan secara daring itu dipimpin oleh Direktur Lambangja Koharmatau Kolonel Tek Arman Rusmanto dari Puskodal Koharmatau, Bandung, Senin (16/6).
Baca Juga: Hadiri Paris Airshow 2025, Pangkoopsudnas Jajaki Peluang Kerja Sama Pengembangan Alutsista
Dalam forum tersebut, kedua delegasi TNI AU membahas beragam isu teknis, mulai dari sistem pelumasan, sensor suhu, FADEC, hingga kesiapan pesawat dalam menghadapi lingkungan ekstrem.

“RAAF turut membagikan pengalaman terkait condition-based maintenance, serta penggunaan Night Vision Goggles (NVG) dan Joint Mission Planning System (JMPS) dalam mendukung operasi malam dan misi strategis,” tulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) dikutip Rabu (18/6).
Baca Juga: Prajurit TNI AD di Papua Diminta Belajar Nilai Perjuangan dari Marthen Indey
Lebih lanjut Dispenau menjelaskan, sinergi di antara TNI AU dan RAAF dalam forum ini dapat memperkuat interoperabilitas dan kesiapan alutsista strategis, serta meningkatkan daya saing profesionalisme TNI AU dalam forum pertahanan udara internasional. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































