TNI AU Bentuk Tim Investigasi Pascainsiden Boeing-737 AI-7304

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab insiden tergelincirnya pesawat Boeing-737 di Bandara Mozes Kilangin, Timika pada Senin (17/4) malam.
"TNI AU telah membentuk tim untuk melakukan investigasi insiden tersebut," kata Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah dalam keterangan persnya.
Lebih lanjut dijelaskan, pascainsiden tersebut, pesawat dengan tail number AI-7304 ini segera dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari UPBU, PT. Avco, Damkar, personel Lanud Yku, dan Pasgat TNI AU.
Baca Juga: Kostrad Gelar Kegiatan Doa Bersama untuk Prajurit yang Sedang Tugas di Papua Hingga Lebanon
Pesawat kemudian dibawa menuju hanggar Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dishub Mimika untuk dilaksanakan pengecekan.
Sebelumnya dilaporkan jika pesawat Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar ini mengalami insiden tergelincir di ujung runway 12 Bandara Moses.
Baca Juga: Yonif Para Raider 330/TD Siapkan Pasukan untuk Dikirim ke Papua
Sebelum keluar landasan, pesawat berhasil melakukan pendaratan dengan normal walaupun kondisi runway basah karena hujan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden kali ini.
Terkait rute penerbangan, sebelum menuju Timika, pesawat terlebih dahulu melakukan penerbangan dari Jakarta menuju Lanud Patimura Ambon, untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Lanud Yohanes Kapiyau (Yku) Timika untuk misi dukungan penerbangan rutin. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































