HANKAM

TNI AU Bentuk Satuan Tugas Udara Pengamanan VVIP IAF dan HLF MSP 2024 di Bali, Ini Tugasnya

Pesawat tempur TNI AU yang dikerahkan untuk pengamanan VVIP IAF dan HLF MSP 2024 di Bali. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)
Pesawat tempur TNI AU yang dikerahkan untuk pengamanan VVIP IAF dan HLF MSP 2024 di Bali. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM –   TNI Angkatan Udara (TNI AU) membentuk satuan tugas udara (Satgasud) dalam rangka pengamanan VVIP untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Forum Indonesia-Afrika (Indonesia Africa Forum/IAF) dan Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships/HLF MSP) tahun 2024, Minggu (1/9).

“Satgasud ini dipimpin Panglima Komando Operasi Udara II Marsda TNI Budhi Achmadi dan fokus bertugas pada gelar pengamanan udara, pengamatan udara, dan mobilisasi udara,” tulis TNI AU dikutip Senin (2/9).

Baca Juga: Sudah Sesuai SOP, Ini Skema Penjagaan Kedatangan Paus Fransiskus

Adapun satuan tugas udara yang dibentuk terdiri dari Subsatgas Gakkumpamwilud (Penegakan Hukum Pengamanan Wilayah Udara) yang bertugas untuk memastikan pertahanan udara di wilayah operasi dengan memobilisasi unsur-unsur strategis, termasuk unsur sergap, unsur rudal, unsur radar, serta unsur anti-drone.

Rantis TNI AU yang dikerahkan untuk pengamanan VVIP IAF dan HLF MSP 2024 di Bali. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)
Rantis TNI AU yang dikerahkan untuk pengamanan VVIP IAF dan HLF MSP 2024 di Bali. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Selanjutnya, terdapat unsur Subsatgas Mobilisasi Udara (Mobud) dengan tugas utama pada mobilisasi udara dan membawahi unsur pesawat angkut berat dan unsur helikopter, memastikan kelancaran mobilisasi logistik dan personel.

Subsatgas yang ketiga adalah Subsatgas Udara Khusus. Sub satuan tugas ini berperan dalam pengintaian berupa data dan informasi dari ketinggan dan teknologi modifikasi cuaca.

Baca Juga: Sniper Hingga Paspampres Kawal Lawatan Paus Fransiskus ke Indonesia

Masing-masing Subsatgas tersebut terdiri dari para personel profesional di bawah pimpinan perwira menengah TNI AU. Selain personel TNI AU turut mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang modern, di antaranya pesawat tempur F-16 Fighting Falcon; T-50i Golden Eagle; Sukhoi SU-27/30; pesawat angkut C-130 Hercules; dan pesawat intai strategis Boeing 737-200.

Alutsista lainnya adalah pesawat khusus NC-212; helikopter NAS-332, helikopter H-225N, dan helikopter AS-365; serta berbagai sistem rudal, radar, dan unit anti-drone. Masing-masing alutsista telah disiagakan untuk memperkuat pengawasan udara di wilayah operasi. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.