TNI AU Bekali Personel Kuasai Spektrum Elektromagnetik Hadapi Ancaman Modern

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar pelatihan "Sinyal Radio Fundamental for Air Defence & Radar Mission" yang diikuti oleh sebanyak 26 personel Korps Penerbang dan Korps Elektro TNI AU.
Pelatihan yang diselenggarakan Staf Operasi TNI Angkatan Udara (Sopsau) tersebut berlangsung pada 6–24 Juli di Workshop PT. Aro Abadi Utama sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel menghadapi perkembangan peperangan modern.
Baca Juga: Seskoad Gelar Pembinaan Fisik, Tempuh 400 Kilometer selama 16 Minggu
“Kolaborasi antara Sopsau dan PT. Aro Abadi Utama menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI Angkatan Udara dalam membangun personel yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi dinamika peperangan elektronik, sehingga mampu mendukung pelaksanaan operasi udara secara efektif di tengah perkembangan teknologi dan kompleksitas ancaman yang terus berkembang,” jelas Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pers Dispenau, Sabtu (25/7).

Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan personel dalam memahami dan memanfaatkan spektrum elektromagnetik untuk mendukung misi pertahanan udara. Penguasaan kemampuan tersebut menjadi semakin penting di tengah berkembangnya ancaman electronic warfare (EW) yang mengandalkan gangguan terhadap radar, sistem komunikasi, maupun perangkat elektronik lainnya.
Selama pelatihan, peserta mempelajari dasar-dasar sinyal dan radio frequency (RF), karakteristik sinyal pesawat dan unmanned aerial vehicle (UAV), hingga berbagai aspek lingkungan elektromagnetik yang berkaitan dengan operasi udara.
Peserta juga dibekali kemampuan mendeteksi, mengukur, dan menganalisis sinyal, radar, serta sistem komunikasi taktis seperti SATCOM, GSM, dan TETRA sebagai bekal mendukung operasi electronic warfare (EW) dan communications intelligence (COMINT).
Selain itu, materi pelatihan mencakup analisis Order of Battle/Electronic Order of Battle (ORBAT/EOB), Open Source Intelligence (OSINT), serta traffic dan network analysis guna memperkuat kemampuan intelijen dalam mendukung operasi udara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































