HANKAM

TNI AU Bekali Personel Kemampuan dalam Menganalisis Data Radar

TNI AU
TNI AU menggelar Workshop Radar Analysis for Maintenance TA 2026. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) terus memperkuat kompetensi personel yang bertugas menangani sistem radar, khususnya dalam mengolah dan menganalisis data untuk mendukung pemeliharaan alutsista.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bertajuk Workshop Radar Analysis for Maintenance TA 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (29/9).

Baca Juga: Situasi USTJ Memanas, Kodam Cenderawasih Imbau Masyarakat Jayapura tak Terprovokasi

Dalam sambutan Askomlek KSAU Marsda TNI Deni Hasoloan S. yang dibacakan Waaskomlek KSAU Marsma TNI Gatot Sutomo, disampaikan bahwa pemeliharaan radar perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih antisipatif.

Waaskomlek KSAU Marsma TNI Gatot Sutomo
Waaskomlek KSAU Marsma TNI Gatot Sutomo membuka Workshop Radar Analysis for Maintenance TA 2026. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Kemudian, pemantauan terhadap data dan berbagai parameter radar menjadi penting agar indikasi gangguan dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kerusakan yang berpotensi mengganggu operasional.

Kemampuan menganalisis data tersebut juga membantu personel mengetahui kondisi radar secara lebih akurat, sekaligus menentukan jenis penanganan dan pemeliharaan yang sesuai. Dengan demikian, perawatan dapat dilakukan secara lebih terencana, tepat sasaran, dan efisien.

Baca Juga: TNI Ajak OPM Letakkan Senjata dan Kembali ke Masyarakat

“Melalui workshop , TNI AU berupaya meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan pemeliharaan radar yang terencana dan terukur guna mendukung kesiapan operasional satuan,” jelas Askomlek KSAU dikutip dari unggahan instagram @militer.udara, Rabu (30/9).

Lokakarya yang berlangsung selama dua hari itu menghadirkan empat narasumber dari dalam dan luar negeri. Materi yang diberikan diharapkan dapat memperluas wawasan teknis peserta, terutama dalam membaca kondisi radar berdasarkan data yang tersedia serta menentukan kebutuhan pemeliharaan secara tepat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.